El Nino: Bukan Pemicu, Tapi Akselerator Maut
Sementara itu, faktor iklim seperti fenomena El Nino sering kali dijadikan kambing hitam. Padahal, para peneliti menekankan bahwa faktor iklim bukanlah pemicu utama, melainkan akselerator atau pengganda bencana.
El Nino memicu keterlambatan musim hujan dan memperpanjang periode kemarau secara drastis. Kondisi ini mengakselerasi tingkat keparahan kebakaran dan mempercepat penyebaran titik api (hotspot) dengan kecepatan yang sulit dikendalikan oleh tim pemadam di darat. Ketika lahan sudah dipersiapkan untuk mudah terbakar oleh ulah manusia, El Nino datang seperti menyiramkan bensin ke atas bara api.
Refleksi dan Langkah ke Depan
Krisis karhutla di Kalimantan adalah cerminan dari kegagalan tata kelola lingkungan yang bersifat struktural. Menyalahkan musim kemarau saja tidak akan pernah memadamkan api yang sebenarnya berkobar di atas kertas kebijakan.
Diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan penegakan hukum tegas terhadap korporasi atau individu yang terbukti membakar lahan, restorasi ekosistem gambut yang berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal dengan alternatif ekonomi yang ramah lingkungan. Teknologi pemantauan dini juga harus diperkuat, bukan hanya untuk mendeteksi hotspot, tetapi untuk mencegah titik api sebelum membesar.
Kalimantan adalah paru-paru dunia yang vital. Membiarkannya terus terbakar sama saja dengan merampas masa depan generasi mendatang. Sudah saatnya kita berhenti sekadar memadamkan api, dan mulai memadamkan penyebabnya.
