Visinema Pictures kembali memamerkan proyek film kolosal sejarah berjudul Perang Jawa.
Langkah ini muncul sebagai respons atas kerinduan warganet akan tayangan epik sejarah setelah menonton The Odyssey karya Christopher Nolan.
>>> Netflix Digugat Band Demon Hunter soal Nama Tur KPop Demon Hunters
Melalui akun media sosial resmi, Visinema mengunggah ulang cuitan netizen yang mempertanyakan keberanian filmmaker lokal menggarap genre kolosal sejarah.
"Ada kok, tungguin yaa," tulis akun @VisinemaID.
Visinema juga memamerkan bocoran dokumen draf naskah dan poster awal film Perang Jawa yang diunggah sutradara Angga Dwimas Sasongko.
Dalam berkas bertanggal 19 Agustus 2026, skenario ditulis Ifan Ismail dengan mengadaptasi karya sejarawan Peter Carey tentang kehidupan Pangeran Diponegoro.
Gagasan memproduksi sinema kolosal ini mencuat di tengah antusiasme penonton global terhadap The Odyssey.
Kesuksesan drama kolosal sejarah berlatar mitologi Yunani itu memicu kerinduan publik akan film sejarah nasional berskala megah.
>>> Sinopsis Shotgun Wedding: Jennifer Lopez Disandera di Bioskop Trans TV
Bukan Biopik, Fokus pada Perang
Pada Juli 2025, Angga Dwimas Sasongko mengumumkan Perang Jawa bukan biopik tentang Pangeran Diponegoro, melainkan film perang berlatar masa tersebut.
Film ini fokus mengisahkan lima tahun perjuangan pasukan pimpinan Pangeran Diponegoro melawan pasukan Belanda.
Angga menjelaskan periode lima tahun itu akan membuat Perang Jawa penuh adegan megah.
Ia menjanjikan skala produksi dan eksplorasi yang belum tersaji dalam film Indonesia lainnya.
Selain kualitas visual, Perang Jawa juga menampilkan sisi lain Pangeran Diponegoro.
Dengan menggandeng sejarawan Peter Carey, Angga memastikan film itu akan menunjukkan sisi kemanusiaan Diponegoro, termasuk kisah cinta dan perspektifnya tentang kehidupan.
>>> Diana Pungky Lapor Eks Asisten: Pengacara Beberkan Pemicu Utama
Kala itu, Perang Jawa disebut mulai syuting pada 2027.
