unique visitors counter
⌂ Beranda News Warga Bandung Barat Resah, Klinik di Cigugur Girang Disorot soal Dugaan Peredaran Obat Keras
News

Warga Bandung Barat Resah, Klinik di Cigugur Girang Disorot soal Dugaan Peredaran Obat Keras

Warga Bandung Barat Resah, Klinik di Cigugur Girang Disorot soal Dugaan Peredaran Obat Keras
A A Ukuran Teks16px

Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihebohkan dengan dugaan peredaran obat keras psikotropika secara bebas. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan warga.

Sejumlah fasilitas kesehatan turut menjadi sorotan, terutama aktivitas di sekitar klinik di kawasan Cigugur Girang.

>>> Rekening Botok AMPB Diblokir: PPATK Bantah Jadi Pengaju, Siapa APH?

Warga khawatir tempat itu menjadi pintu masuk penyalahgunaan obat di kalangan anak muda dan pekerja rentan.

Mereka mendesak aparat penegak hukum dan Dinas Kesehatan setempat untuk segera bertindak. Pengawasan ketat terhadap jalur distribusi obat keras dinilai mendesak.

Tekanan Ekonomi dan Beban Kerja Diduga Jadi Pemicu

Persoalan penyalahgunaan obat ini disinyalir tidak berdiri sendiri.

Tekanan ekonomi, tuntutan jam kerja panjang, dan beban mental di lingkungan kerja membuat sebagian orang mencari jalan pintas.

>>> Polda Metro Jaya Klarifikasi Rekening Donasi Demo Tidak Diblokir, Hanya Ditunda

Ganjar Irawan (35), warga sekitar, menyoroti keberadaan klinik di Cigugur Girang. Ia menilai anak muda kini menghadapi tekanan yang berat.

"Bukan hanya soal mental health. Anak-anak muda hari ini sedang berhadapan dengan tekanan industri yang begitu cepat.

Manusia seolah dipaksa menjadi robot algoritma," ujarnya, Senin (24/8/2026).

Ia menambahkan, keluhan seperti sulit berkonsentrasi, cemas, gangguan tidur, hingga bekerja lebih dari delapan jam sehari kerap dialami para pekerja.

>>> Saham Bank Mandiri Melemah 0,95 Persen di Sesi II, Dipicu Polemik Rekening Mas Botok

Namun, situasi tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mengonsumsi psikotropika tanpa resep medis.

📰 Update Terbaru