Setelah meninggalkan acara Wagoner pada 1974, Parton merilis "I Will Always Love You" sebagai perpisahan.
Ia menolak tawaran Elvis Presley untuk merekam lagu itu karena tidak mau melepas hak cipta.
Versi Whitney Houston dari lagu tersebut kemudian menjadi sangat sukses pada 1992.
>>> Dua Kasus Hukum yang Membelit Supriyono, Koordinator AMPB Pati
Parton juga sukses dengan lagu "Here You Come Again" yang membawanya meraih Grammy pertamanya pada 1979.
Ia terus menghasilkan hits seperti "9 to 5" dan duet dengan Kenny Rogers, "Islands in the Stream."
Pada 1987, ia berkolaborasi dengan Linda Ronstadt dan Emmylou Harris dalam album "Trio" yang laris.
Selain musik, Parton juga sukses di dunia akting, membintangi film seperti "9 to 5" dan "Steel Magnolias."
Ia juga menulis buku, termasuk novel "Run, Rose, Run" yang ditulis bersama James Patterson.
Parton dikenal dengan gaya glamornya yang khas, termasuk rambut pirang besar dan gaun ketat berkilau.
Ia sering bercanda tentang penampilannya, tetapi di balik itu ia adalah pebisnis yang cerdas.
Ia mendirikan taman hiburan Dollywood di Tennessee yang menjadi penggerak ekonomi daerah.
Ia juga mendirikan Imagination Library, program yang mengirim buku gratis untuk anak-anak.
Parton menikah dengan Carl Dean pada pertengahan 1960-an, dan mereka bersama hingga Dean meninggal pada 2025.
Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dermawan, terutama setelah bencana kebakaran hutan di Smokies pada 2016.
Parton menerima banyak penghargaan, termasuk 10 Grammy dan masuk ke Country Music Hall of Fame.
Ia juga menerima Jean Hersholt Humanitarian Award dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences pada 2025.
Meskipun sangat terkenal, Parton menjaga privasi dan jarang berbicara tentang politik.
Ia pernah berkata, "Saya tidak berpolitik, saya punya terlalu banyak penggemar di kedua sisi."
>>> Harga Minyak Anjlok 4% karena Investor Abaikan Sanksi AS ke Iran
Parton meninggalkan warisan musik yang luar biasa dan inspirasi bagi banyak orang.