"Saya tidak bisa berkata-kata. Saya mendapat pendidikan dari sekolah itu.
>>> KIP Kuliah 2026 Masih Buka Sampai 31 Oktober, Cek Dulu Desil DTSEN
Dan saya memberikan pendidikan di sekolah itu," ujarnya.
Kehancuran sekolah Dawadi bukanlah kerugian yang terisolasi.
Di seluruh Nepal utara, banjir telah membuat ribuan anak kehilangan ruang kelas, mengganggu pendidikan mereka, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa bencana ini dapat merenggut bulan-bulan sekolah mereka.
Organisasi amal Save the Children dalam pernyataannya mengatakan bahwa setidaknya 69 sekolah di Nepal utara hancur total, membahayakan pendidikan hampir 19.000 siswa.
Tindakan cepat Dawadi dipuji sebagai tindakan heroik.
Ketika dia kembali ke lokasi sekolah beberapa hari kemudian, orang tua memeluknya sambil berterima kasih karena telah menyelamatkan anak-anak mereka.
"Orang tua mereka memeluk saya, mereka menangis bersama saya," katanya. "Mereka emosional."
Seorang siswa, Suvina Tamang (14), mengatakan bahwa gedung itu tersapu tidak lama setelah para siswa dievakuasi.
"Saya akan berterima kasih kepadanya ketika saya bertemu dengannya," katanya, karena telah menyelamatkan nyawanya.
Namun, Dawadi enggan menerima peran sebagai pahlawan. Baginya, menyelamatkan murid-muridnya adalah tanggung jawabnya.
Kini, dia mengatakan bahwa para siswa akan membutuhkan konseling psikologis.
>>> Wall Street Melemah, Harga Minyak Naik dan Sikap Hawkish Fed Tekan Saham
Kemudian, pelajaran harus dimulai lagi, meskipun sekolah untuk sementara harus dipindahkan. Permohonannya kepada pemerintah Nepal sederhana: bangun kembali sekolah-sekolah dan kembalikan anak-anak ke kelas.