>>> 14.073 KPM Bansos di Lebak Dinonaktifkan, Diduga Terkait Judi Online
Perang di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran dan AS kembali bertukar tembakan pada Senin setelah lebih dari sebulan relatif tenang, dengan Selat Hormuz menjadi titik rawan utama.
Teheran mempertahankan penutupan jalur air strategis itu, sambil mengatakan akan kembali pada komitmennya di bawah kesepakatan Juni jika AS melakukan hal yang sama.
KTT SCO dan Dunia Multipolar
KTT SCO berlangsung empat setengah tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina dan enam bulan setelah perang antara Washington dan Teheran.
Konflik Ukraina tidak disebutkan secara publik, tetapi Putin berbicara selama satu setengah jam dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Xi Jinping mengatakan bahwa hubungan Rusia-China menjadi lebih solid dan prospeknya akan lebih cerah. Putin menambahkan bahwa kerja sama kedua negara berkembang sukses di semua lini.
Ekonomi Rusia semakin bergantung pada China sejak invasi skala penuh ke Ukraina.
SCO secara historis fokus pada isu ekonomi, tetapi dalam beberapa tahun terakhir semakin berkembang di bidang lain di bawah kepemimpinan Moskow dan Beijing.
Putin menegaskan bahwa Piagam PBB harus terus menjadi sumber utama hukum internasional.
Namun, ia menambahkan bahwa struktur regional multilateral baru secara organik terintegrasi ke dalam arsitektur dunia multipolar di samping PBB.
>>> Bantuan Air Bersih Pandeglang: 407 Ribu Liter untuk 32 Ribu Jiwa
Selain 10 anggota, SCO kini memiliki 15 mitra dialog, termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar, serta dua negara pengamat: Afghanistan dan Mongolia.