Di Kuwait, Iran mengatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone ke Pangkalan Udara Ali Al Salem yang luas, serta menargetkan akomodasi seorang komandan AS.
Dinas pemadam kebakaran Kuwait memadamkan api di sebuah kompleks perumahan yang terkena drone.
Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan udara AS terbesar di Teluk, mengatakan Iran bertanggung jawab atas serangan dan dampaknya.
Bahrain, yang menjadi markas regional Angkatan Laut AS, mengatakan drone Iran berhasil dicegat dan dihancurkan.
Iran juga mengatakan dua kapal tanker terkena ranjau saat dipandu oleh personel AS melalui Selat Hormuz. Washington membantah dan mengatakan tetap memandu kapal-kapal melalui selat tersebut.
>>> Cek Bansos September 2026 Online: Panduan Lengkap dengan NIK KTP
Dampak dan Ancaman
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lebih dari 17 juta barel minyak keluar pada Senin.
Iran memasukkan 11 kapal lagi ke daftar hitam, sehingga total menjadi 56 kapal yang dianggap akan dikenai denda, penyitaan, atau penahanan jika mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin Teheran.
Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan bahwa selat yang menangani 20 persen pengiriman minyak dan gas global sebelum perang itu tetap terbuka untuk pelayaran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump bercanda tentang mengganti nama Selat Hormuz menjadi 'TRUMP STRAIT'.
Warga Iran khawatir serangan baru ini menandakan perang dapat kembali berkobar dengan dahsyat.
Seorang wanita di Bandar Abbas, Mahpari (28), mengatakan sulit hidup seperti ini karena tidak tahu kapan Amerika akan menyerang.
Iran mengatakan empat orang, termasuk seorang anak berusia 4 tahun, tewas saat merayakan pernikahan di sebuah rumah di Sirik.
Media Iran melaporkan sebanyak 68 orang terluka di tempat itu dan merilis gambar anak-anak yang dirawat di rumah sakit.