Roti gandum utuh asli harus mengandung setidaknya 6 gram serat pangan per 100 gram. Roti ini juga mungkin memiliki aroma gandum yang menonjol saat digosok atau dipegang.
Pengaruh terhadap Gula Darah
Menurut Asosiasi Diabetes Korea, roti putih memiliki indeks glikemik (GI) 70,7, sedangkan roti gandum utuh memiliki GI 50.
Makanan dengan GI 55 atau lebih rendah umumnya diklasifikasikan sebagai makanan GI rendah, sementara yang memiliki GI 70 atau lebih tinggi dianggap makanan GI tinggi.
Mengganti biji-bijian olahan seperti nasi putih dan roti putih dengan biji-bijian utuh dapat menghasilkan kenaikan gula darah yang lebih kecil setelah makan, bahkan ketika jumlah karbohidrat yang dikonsumsi sama.
Biji-bijian utuh kaya akan serat pangan dan mineral, serta struktur patinya berbeda dari tepung olahan, yang dapat memperlambat pencernaan.
Akibatnya, kadar gula darah setelah makan dapat naik 20 hingga 30 persen lebih rendah saat mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang sama.
Namun, terlalu sederhana untuk berasumsi bahwa semua roti gandum utuh akan menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih kecil.
Bahkan di antara roti gandum utuh, respons gula darah dapat bervariasi tergantung pada seberapa banyak gandum utuh yang sebenarnya digunakan, bagaimana roti diproses, dan apakah gula ditambahkan.
Kadar gula darah juga dapat dipengaruhi oleh makanan pendamping roti, jumlah yang dikonsumsi sekaligus, dan apakah roti dipadukan dengan sayuran atau protein.
Konsumen harus melihat lebih dari sekadar kata 'gandum utuh' pada kemasan dan memeriksa label bahan serta nutrisi dengan cermat.
