unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Terapkan Strategi Ganda Ekonomi dan Militer untuk Menekan Iran
News

Trump Terapkan Strategi Ganda Ekonomi dan Militer untuk Menekan Iran

Trump Terapkan Strategi Ganda Ekonomi dan Militer untuk Menekan Iran
Trump Terapkan Strategi Ganda Ekonomi dan Militer untuk Menekan Iran
A A Ukuran Teks16px

Para pejabat AS menggambarkan sistem keuangan Iran sebagai 'rumah kartu yang besar'.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan 'harga' yang harus dibayar Iran akan terutama bersifat ekonomi, tetapi AS tetap berhak mengambil tindakan militer jika diperlukan.

Menteri Keuangan Scott Bessent pekan ini mengibaratkan Iran seperti ular yang kepalanya telah dipenggal tetapi tubuhnya masih menggeliat.

"Kami sedang mengubur kepala ular Iran," kata Bessent pada Selasa.

"Ular itu belum tahu bahwa ia sudah mati, tetapi ia akan berhenti menggeliat saat matahari terbenam."

Analis mengatakan kombinasi kekuatan militer dan sanksi adalah satu-satunya opsi yang tersedia bagi AS saat ini.

Namun, Iran menunjukkan tanda-tanda perpecahan antara kelompok moderat yang menginginkan solusi diplomatik dan kelompok garis keras yang ingin melanjutkan pendekatan konfrontatif.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian adalah salah satu suara paling vokal yang menyerukan solusi negosiasi, tetapi kelompok garis keras tampaknya lebih unggul.

Teheran terus melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan dan sekutu AS di kawasan sebagai respons terhadap serangan militer.

Hamidreza Azizi, analis senior Iran untuk International Crisis Group, mengatakan pendekatan hibrida ini adalah satu-satunya opsi yang tersedia bagi AS saat ini.

Namun, dia menambahkan bahwa ini adalah pertarungan ketahanan antara kedua belah pihak, mungkin lebih dari sebelumnya.

Amr Hamzawy, direktur program Timur Tengah di Carnegie Endowment for International Peace, menyebut dua alasan utama memburuknya situasi.

Pertama, tidak ada pihak yang puas dengan hasil yang ada; situasi saat ini tidak menguntungkan baik bagi AS maupun Iran.

Kedua, para pemimpin dari kedua belah pihak khawatir akan persepsi di dalam negeri.

Pemerintahan Trump takut dianggap gagal mengakhiri kampanye militer dengan sukses, yang akan berdampak pada pemilihan paruh waktu.

Sementara itu, Iran, terutama Korps Garda Revolusi, khawatir terlihat tunduk pada sanksi AS tanpa tindakan balasan, yang dapat merugikan mereka di dalam negeri.

📰 Update Terbaru