"Jadi aku mengerti kadang-kadang yang di lapangan rasanya pasti mendekati putus asa, apalagi di area yang sangat mereka cintai, yang memiliki biodiversitas yang luar biasa."
Sherina juga merasakan dampak kondisi udara dan medan terhadap fisiknya. Kondisi tersebut membuatnya semakin mengapresiasi petugas dan relawan yang setiap hari berjuang memadamkan api.
"Karena yang ISPA udah bertambah terus jumlahnya. Banyak juga relawan yang pada akhirnya terkena ISPA.
Aku pun sendiri merasakan sesaknya gitu ya," kata Sherina.
"Beda sekali hari pertama dengan hari kedua gitu. Hari kedua stamina ku turun.
Enggak kebayang mereka yang harus berjam-jam di situ dan melihat tempat yang mereka cintai terbakar."
Sherina berharap pengalaman yang ia lihat dan rasakan langsung di lapangan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi karhutla di Kalimantan Tengah.
"Jadi lagi-lagi aku di sini bersama Powerful Voice, dengan kacamataku sendiri, dengan lensa perspektifku sendiri, bisa membawa awareness ini, bisa membawa testimoni ini kepada teman-teman yang mungkin melihat dari layar handphone, bahwa apa yang dilakukan para pejuang lapangan ini sangat melelahkan," kata Sherina.
"Tapi semua demi memulihkan hutan, biodiversitas dan juga kesehatan kita semua. Bantuan kalian matters untuk kita semua.
Mari kita pulihkan hutan milik kita semua ini bersama-sama."