Dedikasi Tanpa Batas di Balik Layar Kepengurusan PSSI
Setelah gantung sepatu, cinta Bob Hippy terhadap sepak bola Indonesia tidak luntur. Ia memilih untuk tetap berkontribusi melalui jalur organisasi. Puncak dari pengabdiannya di ranah administratif adalah ketika ia tercatat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk periode 2011-2015.
Peran Bob Hippy menjadi sangat krusial pada masa-masa kelam sepak bola nasional. Antara tahun 2011 hingga 2012, sepak bola Indonesia dilanda konflik berkepanjangan akibat dualisme kompetisi dan organisasi yang memecah belah. Di tengah situasi yang sangat sulit dan penuh tekanan tersebut, Bob dipercaya untuk mengoordinasikan tim nasional.
Ia menjadi jembatan penting dalam upaya diplomasi sepak bola. Salah satu momen bersejarah yang melibatkan dirinya adalah saat ia bersama jajaran pengurus PSSI lainnya bertemu dengan pejabat sementara Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Zhang Jilong, di Jakarta pada Januari 2013. Kehadiran delegasi AFC saat itu merupakan langkah vital untuk menindaklanjuti upaya penyelesaian konflik antara PSSI dan KPSI. Tanpa figur yang dihormati dan berpengalaman seperti Bob Hippy, proses rekonsiliasi tersebut mungkin akan berjalan jauh lebih sulit.
Momen Terakhir dan Rencana Pemakaman
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabat dekat almarhum. Bob Hippy meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat keluhan sakit perut yang ia rasakan. Ia berpulang dengan tenang di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Sabtu sore, dikelilingi oleh orang-orang terdekat yang mendoakan kepergiannya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum Bob Hippy dijadwalkan akan dimakamkan pada hari ini, Minggu (6/9/2026), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Rencananya, prosesi pemakaman akan dihadiri oleh sejumlah rekan seperjuangan, mantan pemain, pengurus PSSI, serta para pecinta sepak bola tanah air yang ingin memberikan penghormatan terakhir.