Bersama Hub UMK Jakarta Raya, Ichinogami mengubah buku panduan cetak menjadi kode QR interaktif. Langkah ini mampu menghemat hingga 50.000 lembar kertas per tahun.
Sisa kertas dari kegiatan lokakarya juga dimanfaatkan kembali menjadi karya seni bernilai jual. Program pengembalian kemasan bekas bernomor seri tengah dipersiapkan agar kemasan dapat digunakan kembali.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch.
Andy Adchaminoerdin, mengatakan pembinaan UMK melalui Hub UMK Jakarta Raya diarahkan agar UMK semakin mandiri, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Menurut Andy Adcha, keberhasilan pembinaan bukan hanya ketika bantuan diberikan. Keberhasilan terjadi ketika UMK mampu berkembang, semakin mandiri, dan memiliki daya saing.
Ia menilai Ichinogami menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Hal ini menjadi contoh bagaimana inovasi dan prinsip keberlanjutan dapat menciptakan nilai tambah bagi usaha.
Andy Adcha menambahkan, PLN akan terus mendorong UMK binaan melalui pengembangan kapasitas, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penerapan praktik bisnis berkelanjutan.
Dengan begitu, UMK binaan PLN diharapkan dapat naik kelas, memperluas pasar, dan menciptakan dampak lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.