unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Shin Wan-sik, Perajin di Balik Papan Baduk Legendaris Korea
Lifestyle

Shin Wan-sik, Perajin di Balik Papan Baduk Legendaris Korea

Papan baduk kayu buatan perajin Korea Shin Wan-sik
Shin Wan-sik, Perajin di Balik Papan Baduk Legendaris Korea
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Kayu itu berasal dari pohon berusia sekitar 700 hingga 800 tahun, dikeringkan alami selama dua dekade, dan dipotong ulang tiga kali dalam sebulan untuk mencapai kesempurnaan.

Bagi Shin, kepuasan sejati bukan soal kekayaan, melainkan potensi mentah di bengkelnya. "Momen paling membanggakan seperti petani memandang lumbung penuh gandum, melihat tumpukan kayu itu," ujarnya.

Orang-orang menyebutnya gila karena hanya membeli kayu. Anak sulungnya bertanya mengapa ia tidak berinvestasi properti.

"Saya tidak butuh tanah; kayu yang penting," kata Shin.

Baduk berasal dari China dan kini dimainkan di seluruh dunia. Jepang membantu mempopulerkannya pada abad ke-20, sehingga nama "go" yang berasal dari Jepang lebih umum dipakai.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea semakin berpengaruh di dunia baduk.

Laga Lee Se-dol melawan AlphaGo buatan DeepMind Google, ditambah pandemi COVID-19, mendorong banyak pemain beralih ke platform daring dan menurunkan permintaan papan fisik.

Six Brothers Baduk menyiasatinya dengan mengalihkan perhatian ke pasar luar negeri.

Setelah dua saudara meninggal, tiga putra Shin bergabung dan memanfaatkan kemampuan bahasa Inggris, China, serta Jepang untuk memperluas ekspor ke Taiwan, Filipina, Jerman, dan Amerika Serikat.

Shin tetap berharap kehangatan permainan ini tidak akan pernah sepenuhnya pudar. "Layar daring tidak bisa menggantikan segalanya.

Suatu hari orang akan merindukan koneksi manusia dan suara indah batu bertemu kayu asli," tuturnya.

📰 Update Terbaru