unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Shin Wan-sik, Perajin di Balik Papan Baduk Legendaris Korea
Lifestyle

Shin Wan-sik, Perajin di Balik Papan Baduk Legendaris Korea

Papan baduk kayu buatan perajin Korea Shin Wan-sik
Shin Wan-sik, Perajin di Balik Papan Baduk Legendaris Korea
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Saat itu hanya ada empat pekerja: gurunya, Shin, dan dua orang lain. Mereka bekerja hingga pukul 3 pagi setiap hari tanpa perlakuan khusus meski Shin masih muda.

Pada 1989, Shin bersama lima saudara dan istri mereka mendirikan Six Brothers Baduk di Namyangju.

Mereka membangun usaha yang menjual papan lipat murah seharga 3 dolar hingga mahakarya kelas museum seharga lebih dari 75.000 dolar.

Kayu berusia 500 tahun dan warisan di era digital

Bagi Shin, kerajinan sejati dimulai dari menghormati alam. "Papan kelas master mustahil dibuat tanpa semangat perajin yang murni," tegasnya.

Proses pembuatannya panjang: mengawetkan kayu mentah, memotong dan menyerut dengan presisi, mengukir rongga resonansi di sisi bawah, menarik garis kotak dengan pernis tradisional, dan memasang kaki kayu ukiran tangan.

Shin menekankan bahwa pengawetan kayu adalah fondasi utama.

Papan kelas master memerlukan kayu pohon bija (Torreya nucifera) berusia sedikitnya lima abad, yang dihargai karena warna keemasan pucat dan resonansinya.

"Hanya pohon yang hidup sampai akhir alaminya dan mati dengan sendirinya yang menghasilkan kayu bija terbaik," jelas Shin.

"Itu anugerah langit. Tangan manusia saja tidak bisa membuat papan master; alam harus menyediakannya."

Bahkan dari pohon yang luar biasa, kayu sempurna sangat langka. Hanya sebagian kecil kayu lurus dan berurat halus yang bebas dari inti kayu yang memenuhi standar.

Karena pohon tua Korea dilindungi undang-undang, perajin seperti Shin bergantung pada kayu impor. Namun pasokan internasional menyusut dalam beberapa tahun terakhir.

Papan yang diberikan kepada Presiden Xi juga memakai kayu dari luar negeri.

📰 Update Terbaru