Langkah Samsung mendorong mitra menuntaskan lini produksi DDR5 lebih awal bukan tanpa konsekuensi.
Pasar DDR5 memang sedang tertekan, dan situasinya merepotkan bagi siapa pun yang hendak membangun PC baru, server, atau sekadar membeli laptop.
Pertanyaannya, apakah masa transisi ini akan membuat pasar memori DDR5 makin terhimpit. Pasokan yang sudah ketat berpotensi menghadapi tekanan tambahan saat kapasitas internal Samsung dialihkan.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Samsung soal rencana tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari sumber internal yang identitasnya tidak diungkap.
Yang jelas, arah kebijakan Samsung kini condong ke produksi HBM yang bernilai lebih tinggi. Sementara produksi DRAM, termasuk lini DDR5, diserahkan ke pihak ketiga melalui skema outsourcing.