unique visitors counter
⌂ Beranda News Runtuhnya Bangunan di Gaza Tewaskan 21 Orang, Warga Terpaksa Tinggal di Rumah Rusak
News

Runtuhnya Bangunan di Gaza Tewaskan 21 Orang, Warga Terpaksa Tinggal di Rumah Rusak

Bangunan bertingkat rusak berat akibat perang di Gaza City dengan puing berserakan
Runtuhnya Bangunan di Gaza Tewaskan 21 Orang, Warga Terpaksa Tinggal di Rumah Rusak
A A Ukuran Teks16px

Namun, para insinyur dan kelompok kemanusiaan memperingatkan risiko runtuh terutama meningkat saat cuaca buruk, ketika hujan membanjiri beton retak dan besi tulangan terbuka sehingga melemahkan struktur yang sudah rusak.

Laporan tersebut menemukan 71 persen responden mengalami banjir sejak awal musim dingin sebelumnya, baik di tenda maupun bangunan.

Kelompok bantuan desak lebih banyak material tempat berlindung

Norwegian Refugee Council dan kelompok bantuan lain baru-baru ini mengulangi seruan agar Israel mengizinkan lebih banyak material tempat berlindung dan rekonstruksi masuk ke Gaza.

Mereka mencatat Israel dua kali menolak masuknya kayu dan kit tempat berlindung darurat pada akhir Agustus dan awal September dengan alasan keamanan.

Mereka menyerukan agar kayu, kit tempat berlindung darurat, ekskavator, dan peralatan lain yang dibutuhkan untuk membersihkan puing berbahaya diizinkan masuk.

Israel lama membatasi masuknya material yang dianggap "penggunaan ganda", dengan alasan material itu bisa disalahgunakan militan.

COGAT, badan militer Israel yang mengawasi distribusi bantuan di Gaza, tidak menanggapi pertanyaan tentang penolakan masuknya kayu atau kit tempat berlindung selama sebulan terakhir.

Perang dipicu setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, ketika militan menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Gencatan senjata Oktober 2025 mengurangi intensitas pertempuran, tetapi Israel terus melakukan serangan dan menewaskan sedikitnya 1.375 orang sejak kesepakatan berlaku, menurut pejabat kesehatan setempat.

Perang Israel-Hamas yang berlangsung hampir tiga tahun telah menewaskan lebih dari 73.821 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian yang merupakan bagian dari pemerintah yang dijalankan Hamas itu memelihara catatan rinci yang dipandang umumnya dapat dipercaya oleh badan-badan PBB dan organisasi internasional.

Kementerian tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan militan, tetapi menyatakan perempuan dan anak-anak mencakup sekitar setengah dari jumlah korban.

📰 Update Terbaru