Anthropic mengonfirmasi akuisisi itu, yang akan membantu membangun alat untuk pengembangan obat, tetapi tidak berkomentar soal harga.
Kini Anthropic memperkuat upaya lab internal untuk kecepatan dan pengalaman langsung di biologi, meski tetap melakukan outsourcing bila efisien.
"Ada hal-hal yang bisa kami lakukan jauh lebih cepat dengan tangan sendiri," kata Kauderer-Abrams, dengan tujuan beroperasi pada skala sebesar mungkin.
Anthropic mencari pemimpin yang dapat mempercepat pengadaan dan operasi lain, menurut lowongan kerja LinkedIn terbaru.
Peran lain yang diiklankan melalui Jobera mencari ahli karakterisasi protein dan asam nukleat, antara lain kerja biokimia.
Lowongan ketiga Anthropic berbunyi: "Tujuan kami adalah mempercepat kemajuan ilmu hayati satu orde besaran."
Ilmu hayati sudah menjadi salah satu area investasi terbesar Anthropic berdasarkan jumlah karyawan dan sumber daya, kata Kauderer-Abrams.
Pandangannya, AI dapat mempercepat pengembangan kondisi yang sebelumnya dianggap undruggable atau terlalu sulit diobati.
Teknologi itu dapat mempercepat penemuan antibodi bispecific dan trispecific, molekul kompleks yang dapat diarahkan ke beberapa titik pada protein atau sel target.
Penyakit spesifik yang ditangani Anthropic dan kemajuannya masih belum jelas.
Setelah molekul diidentifikasi, butuh bertahun-tahun membawa obat ke pasar karena diuji dalam uji manusia, tantangan yang belum diambil Anthropic.
Isomorphic Labs, unit penemuan obat dari rival Alphabet, telah bekerja bertahun-tahun untuk masuk ke klinik dan sebelumnya menunda target itu ke akhir 2026.
Dalam upaya otomatisasi lab dan industri, Anthropic meluncurkan Model Hardware Standard pada Agustus, yang membantu AI mengoperasikan peralatan.
Rilis akademik bernama PyLabRobot, tidak terkait Anthropic, sebelumnya menangani kebutuhan otomatisasi terkait meski berbeda.
Anthropic menyediakan layanan seperti Model Hardware Standard dan layanan AI lebih luas kepada berbagai perusahaan farmasi terkemuka, seperti Genentech milik Roche, Bristol Myers Squibb, dan Novo Nordisk.
Pada saat yang sama, Anthropic menghadapi masalah kepercayaan, kata dua sumber yang mengetahui upayanya.
Pelanggan mungkin khawatir Anthropic akan belajar dari program obat pesaing mereka, meski startup AI itu membatasi data mereka dari pandangan.
Kauderer-Abrams mengatakan Anthropic, sebagian karena kekhawatiran kompetisi, menetapkan batas tidak menjalankan uji klinis untuk saat ini dan fokus pada kebutuhan yang tidak ditangani industri.
"Kami tidak bersaing dengan perusahaan farmasi dan bioteknologi yang bisnisnya membawa obat ke pasar," ujarnya.