unique visitors counter
⌂ Beranda News Siklus Kenaikan Suku Bunga Global di Depan Mata, Bank Sentral Dunia Hadapi Inflasi
News

Siklus Kenaikan Suku Bunga Global di Depan Mata, Bank Sentral Dunia Hadapi Inflasi

Ilustrasi bank sentral global menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi
Siklus Kenaikan Suku Bunga Global di Depan Mata, Bank Sentral Dunia Hadapi Inflasi
A A Ukuran Teks16px

Prospek siklus pengetatan suku bunga global baru mulai terlihat setelah sejumlah bank sentral utama dunia menaikkan suku bunga dan memberi sinyal bahwa langkah lanjutan mungkin diperlukan.

Langkah itu diambil untuk menahan inflasi yang dipicu oleh perang Iran.

Suku bunga utama saat ini sudah jauh lebih tinggi dibandingkan level terendah pada siklus kenaikan sebelumnya yang dimulai pada 2022.

Namun, para pembuat kebijakan bank sentral berada di bawah tekanan pasar untuk menunjukkan kesiapan menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Tujuannya adalah menambatkan ekspektasi inflasi dan menahan imbal hasil obligasi jangka panjang yang berada di level tertinggi dalam beberapa dekade.

Bank Sentral Besar Dunia Kompak Mengetatkan Kebijakan

Bank of Japan menjadi bank sentral besar terbaru yang mengetatkan kebijakan pada Jumat, menyusul kenaikan suku bunga Federal Reserve dua hari sebelumnya dan European Central Bank pekan lalu.

Bank of England menahan suku bunga pekan ini, tetapi memberi sinyal bahwa tekanan inflasi dapat memerlukan tindakan lebih lanjut.

"Fase kebijakan kami telah berubah," kata Gubernur BOJ Kazuo Ueda saat bank sentral Jepang itu memberi sinyal kesiapan terus mendorong biaya pinjaman lebih tinggi.

Langkah-langkah tersebut, meski secara formal independen satu sama lain, mencerminkan kekhawatiran bersama di antara para pembuat kebijakan.

Biaya minyak dan gas yang lebih tinggi akibat perang Iran menimbulkan bayangan tekanan biaya hidup baru, hanya beberapa tahun setelah lonjakan inflasi yang menyusul pandemi COVID-19.

Pergeseran ini sangat kontras dengan suasana sekitar sebulan lalu, terutama setelah pakta singkat antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong investor dan pembuat kebijakan bertaruh pada meredanya ketegangan dan turunnya harga energi.

📰 Update Terbaru