Pada Februari 2025, baterai motornya kembung dan ia mengantre satu bulan untuk penggantian unit baru yang setipe.
Setelah baterai baru hasil klaim garansi dipakai pada Maret 2025, performa kembali seperti semula dengan top speed 60 km/jam.
Pada September 2025, Randy mengganti baterai SLA ke LiFePO4 dengan biaya sekitar Rp 9,5 juta, menyesuaikan kebutuhan dan anggaran.
Ia menilai ekosistem jual beli motor listrik sudah berkembang dan mudah untuk menjual motor bekas saat ini.
Randy menyebut beberapa bulan ke belakang Yadea E8s Pro sempat digoreng dan harganya naik.
Penurunan harga jual kembali motor listrik bekas dipahami sebagai bagian dari fase adaptasi teknologi baru.
Sebagian pengguna memilih menggunakan motor sampai masa pakai habis atau meng-upgrade baterai untuk mempertahankan performa kendaraan.