unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Abdul Mu'ti: Mendidik adalah Menginspirasi, Bukan Menggurui
News

Abdul Mu'ti: Mendidik adalah Menginspirasi, Bukan Menggurui

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan di acara Wardah Inspiring Educators 2026
Abdul Mu'ti: Mendidik adalah Menginspirasi, Bukan Menggurui
A A Ukuran Teks16px

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajak para guru untuk menjadi sosok yang mampu menginspirasi murid.

Ajakan itu disampaikannya dalam acara Wardah Inspiring Educators 2026 di Jakarta Concert Hall, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Mu'ti menegaskan bahwa mendidik pada hakikatnya adalah upaya memberikan inspirasi kepada siswa.

Menurutnya, inspirasi tidak harus selalu berasal dari guru itu sendiri, tetapi bisa dihadirkan melalui berbagai figur teladan lain.

"Ini sudah jadi teori saya 'teaching is inspiring'. Menginspirasi itu tidak harus menggurui," kata Abdul Mu'ti.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut membagikan pengalamannya saat masih aktif mengajar sebagai dosen sejak tahun 1993.

Ia menceritakan momen berkesan pada tahun 2017 ketika menghadiri acara penerimaan penghargaan Outstanding Alumni di Flinders University, Australia.

Usai acara, ia dihampiri seorang lulusan berbusana toga lengkap yang langsung mencium tangan dan memeluknya.

Sosok itu ternyata mantan mahasiswanya asal Pemalang, Jawa Tengah, sewaktu Mu'ti mengajar di IAIN Walisongo Semarang.

"Ketika saya berhenti pidato, tiba-tiba dia datang. Masih dengan baju toga yang lengkap dia tiba-tiba menarik tangan saya, mencium tangan saya, dan memeluk-meluk saya.

Saya tanya Anda siapa?" cerita Abdul Mu'ti.

Mantan mahasiswa itu awalnya berkuliah di IAIN Walisongo sebagai tempat transit sambil menunggu kesempatan mendaftar ulang di Program Studi Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).

Setelah kembali gagal menembus Undip di tahun berikutnya, ia melanjutkan studi di kelas yang diampu oleh Mu'ti.

Meski mengaku jarang mengajar di kelas, Mu'ti kerap membagikan kisah pengalamannya menghadiri seminar, bertemu tokoh-tokoh besar, hingga pengalaman kelulusan dari kampus luar negeri.

Cerita-cerita tersebut rupanya membakar semangat sang mahasiswa untuk mengubah arah tujuannya dan mengikuti jejak sang dosen.

"Untuk transit, sambil dia mendaftar lagi di Undip. Tahun berikutnya, gak diterima lagi.

Masuklah dia di kelas saya," ujar Abdul Mu'ti.

Mahasiswa tersebut akhirnya memilih konsisten menyelesaikan studinya di IAIN hingga berhasil melanjutkan pendidikan jenjang Magister di kampus Australia tempat Mu'ti pernah menempuh studi.

"Oke saya bisa.

Saya tidak ingin ke Undip, saya istiqomah kuliah di IAIN dan saya ingin kuliah di kampus dimana Pak Mu'ti kuliah dan dia berhasil.

Akhirnya dia kuliah juga di kampus di mana saya kuliah dan kemudian dia menjadi seorang Master karena ketemu dosennya yang jarang masuk kuliah tapi cerita dosennya itu bisa kemana-mana," ungkap Abdul Mu'ti.

Pengalaman itu menyadarkan Mu'ti bahwa cerita sederhana di ruang kelas mampu memberikan dampak besar dan dorongan kuat bagi siswa untuk terus berkembang.

"Karena itu saya ingin mengatakan 'teaching is inspiring'," kenang Abdul Mu'ti.

Mu'ti kembali menekankan pentingnya peran guru sebagai figur inspiratif yang tidak sekadar mengajar secara konvensional, melainkan menjadi agen perubahan bagi anak didik.

"Pemikiran itu yang menurut saya penting.

Karena guru itu kan digugu dan ditiru, itu sebenarnya makna lain dari menjadi guru itu adalah harus menjadi seorang yang inspiratif," tutur Abdul Mu'ti.

Upaya pengembangan kapasitas pendidik tersebut turut didukung melalui penyelenggaraan program Wardah Inspiring Teachers dan Inspiring Lecturer Program 2026 yang digagas oleh Paragon Corp.

Mendikdasmen pun berharap program kolaboratif ini dapat terus ditingkatkan dan bersinergi dengan pihak kementerian.

Pelaksanaan Wardah Inspiring Teachers 2026 tercatat diikuti oleh 25.000 guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, PAUD/TK, hingga SLB.

Sementara itu, Inspiring Lecturer Program 2026 melibatkan sebanyak 5.960 dosen dari lebih dari 1.600 perguruan tinggi di Indonesia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru