unique visitors counter
⌂ Beranda › News › ATSI Bahas Penghentian Jaringan 2G, 29 Juta Pengguna Masih Terdampak
News

ATSI Bahas Penghentian Jaringan 2G, 29 Juta Pengguna Masih Terdampak

Ilustrasi jaringan seluler 2G dan transformasi digital
A A Ukuran Teks16px

Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) bersama pemerintah tengah membahas rencana penghentian jaringan seluler 2G di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transformasi digital, meski pembahasan masih di tahap awal dan belum ada keputusan waktu penghentian.

Sekitar 29 juta pengguna atau 8-10 persen dari total 297 juta kartu SIM terdaftar masih memakai jaringan 2G.

Tantangan Migrasi di Indonesia Timur

Ketua ATSI Marwan O. Baasir menyatakan pihaknya masih membahas tahap awal dengan pemerintah.

Menurutnya, jika ekosistem digital ingin dipercepat, semua pihak harus mulai mempersiapkan diri, termasuk soal waktu dan insentif program.

Marwan juga menyoroti penggunaan ponsel fitur di wilayah Indonesia Timur yang hanya mendukung jaringan 2G.

Ia menilai migrasi ke teknologi lebih baru perlu persiapan matang agar masyarakat tidak terkendala.

Penghentian jaringan 2G akan memungkinkan spektrum frekuensi 900 MHz dialihkan untuk teknologi 4G dan 5G.

Marwan menjelaskan spektrum pada pita 900 MHz yang saat ini digunakan untuk layanan 2G dapat direalokasikan guna mendukung konektivitas modern.

Meski begitu, ATSI masih mengkaji waktu tepat penghentian dan belajar dari pengalaman negara lain yang sudah mematikan jaringan 2G.

Dalam persiapan migrasi, ATSI menilai pemerintah perlu memberikan regulasi dan insentif agar masyarakat dapat beralih tanpa kendala biaya tinggi.

Salah satu opsi yang dibahas adalah mengatur peredaran ponsel yang hanya mendukung 2G setelah penghentian diumumkan.

Selain itu, penyediaan perangkat 4G dan 5G dengan harga terjangkau juga menjadi pertimbangan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru