unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Stimulus Rp 31 Triliun Pemerintah Dorong Daya Beli dan Sektor Ritel
News

Stimulus Rp 31 Triliun Pemerintah Dorong Daya Beli dan Sektor Ritel

Ilustrasi stimulus ekonomi Rp 31 triliun untuk sektor ritel
Stimulus Rp 31 Triliun Pemerintah Dorong Daya Beli dan Sektor Ritel
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi sekitar Rp 31 triliun pada kuartal IV-2026 untuk menopang daya beli masyarakat.

Program ini diproyeksikan menjadi katalis positif bagi emiten sektor konsumen dan ritel.

Stimulus mencakup bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat desil 1 hingga 4.

Anggaran untuk bantuan pangan mencapai Rp 17,5 triliun.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan hampir Rp 12 triliun untuk Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp 300.000 per bulan kepada 13,3 juta pekerja.

Pemerintah juga mematangkan rencana pembukaan rekening bagi warga berumur di atas 17 tahun kelompok desil 1-4.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menilai bantuan sosial dan subsidi upah memberikan dampak langsung terhadap ruang belanja masyarakat.

"BSU memberikan tambahan disposable income bagi pekerja, sementara bantuan pangan dapat mengurangi sebagian pengeluaran kebutuhan pokok, sehingga masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk melakukan konsumsi lainnya," ujar Ekky Topan.

Meski demikian, dorongan kebijakan ini dinilai lebih berfungsi menjaga momentum konsumsi harian ketimbang memicu lonjakan belanja yang signifikan.

"Investor juga perlu melihat apakah stimulus benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan volume penjualan.

Sebab tantangan sektor consumer masih ada, seperti daya beli yang belum sepenuhnya kuat, pelemahan rupiah yang meningkatkan biaya bahan baku impor, serta potensi kenaikan biaya logistik," jelas Ekky Topan.

Efek tercepat diperkirakan menyasar emiten ritel kebutuhan harian seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Serta emiten consumer staples seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru