unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kolaborasi HIMKI dan Kemendag Kejar Ekspor Mebel 2030
News

Kolaborasi HIMKI dan Kemendag Kejar Ekspor Mebel 2030

Suasana pameran produk mebel dan dekorasi rumah Indonesia
Kolaborasi HIMKI dan Kemendag Kejar Ekspor Mebel 2030
A A Ukuran Teks16px

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan nilai ekspor produk mebel, kerajinan, dan dekorasi rumah Indonesia mencapai 6 miliar dollar AS pada 2030.

Target itu ditempuh melalui kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama HIMKI membentuk satuan tugas atau task force untuk mempercepat pertumbuhan ekspor sektor tersebut.

Program ini mencakup penguatan informasi pasar, penjodohan bisnis, diversifikasi pasar, serta pemantauan transaksi.

Kolaborasi Lintas Pihak dan Ajang TEI 2026

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menegaskan pencapaian target ekspor membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah, asosiasi, pelaku industri, perwakilan perdagangan, penyelenggara pameran, lembaga pembiayaan, dan rantai pasok.

HIMKI juga terlibat dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Dalam ajang itu, HIMKI menghadirkan Furniture & Home Décor Pavilion.

Sobur menyatakan pameran pada semester pertama telah menjadi pintu penting untuk memperkenalkan kemampuan industri Indonesia kepada pasar dunia.

Pavilion tersebut dikelola dan dikurasi untuk menampilkan produk furnitur, dekorasi rumah, dan kerajinan Indonesia kepada pembeli, investor, serta mitra perdagangan dari berbagai negara.

Menurut Sobur, promosi ekspor perlu berlangsung sepanjang tahun agar penetrasi pasar, komunikasi dengan pembeli, dan tindak lanjut transaksi dapat berjalan berkelanjutan.

Ia menilai TEI pada semester kedua harus diperkuat sebagai momentum besar berikutnya.

Tujuannya agar promosi, pertemuan dengan buyer, dan penciptaan transaksi ekspor berlangsung secara berkesinambungan.

Sobur menekankan industri tidak dapat bertumbuh hanya dengan kegiatan promosi yang terputus-putus.

HIMKI menyebut Hall 9 menjadi area khusus pertama yang mengonsentrasikan sektor furnitur dan dekorasi rumah dalam satu lokasi yang dikelola asosiasi.

Sobur ingin Hall 9 memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekuatan industri yang lengkap.

Kekuatan itu meliputi kekayaan material, keunggulan desain, keterampilan perajin, kapasitas manufaktur, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar global.

Ia menegaskan Hall 9 bukan hanya ruang pamer, tetapi ruang bisnis yang harus melahirkan jejaring, kemitraan, dan transaksi baru.

Kolaborasi Kemendag dan HIMKI juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem promosi ekspor melalui pameran, forum bisnis, dukungan regulasi, pembiayaan, dan logistik.

HIMKI mendorong anggota industri memanfaatkan forum bisnis selama TEI 2026.

Forum itu termasuk agenda dengan pasar Amerika Serikat, Afrika Barat, Rusia, kawasan CIS, serta lokakarya pemanfaatan I-EU CEPA.

Sobur berharap setiap kunjungan ke Hall 9 berkembang menjadi penjajakan kerja sama dan kemudian menghasilkan transaksi yang memberikan dampak nyata bagi industri serta perekonomian nasional.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru