Sejumlah artis internasional menghadapi kecaman dan seruan boikot karena pernyataan maupun aktivitas yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel di tengah konflik Israel-Palestina.
Dampaknya beragam, mulai dari kritik di media sosial, pembatalan acara, hingga penolakan terhadap rencana konser di Indonesia.
Lima nama yang menyita perhatian adalah Gal Gadot, Noah Schnapp, Brett Gelman, Israel Houghton, dan P! nk.
Namun, tidak semua kasus berujung pada pembatalan pekerjaan atau boikot resmi.
Dari Gal Gadot hingga P!nk
Gal Gadot, aktris asal Israel yang dikenal sebagai Wonder Woman, menuai kritik setelah menyatakan dukungan terhadap Israel dan menyerukan pembebasan sandera yang ditahan Hamas.
Pada 8 Oktober 2023, ia mengunggah pernyataan dukungan melalui Instagram.
"Saya membela Israel, Anda juga seharusnya demikian. Dunia tidak boleh bersikap netral ketika tindakan teror yang mengerikan ini terjadi!"
tulis Gadot dalam unggahannya.
Sikap itu memicu seruan boikot dari kelompok pro-Palestina.
Kampanye serupa kembali mendapat perhatian ketika film Snow White yang dibintanginya menghadapi seruan boikot pada 2025.
Pada 2017, Kementerian Ekonomi Lebanon juga melarang perilisan film Wonder Woman.
Gadot dipastikan tidak kembali memerankan Wonder Woman dalam era baru DC Universe di bawah kepemimpinan James Gunn dan Peter Safran.
Namun, tidak ada bukti yang mengonfirmasi keputusan itu berkaitan langsung dengan seruan boikot.
Noah Schnapp, pemeran Will Byers dalam serial Stranger Things, menghadapi kecaman setelah video dirinya bersama sejumlah orang yang memegang stiker kontroversial beredar pada November 2023.
Tulisan pada stiker tersebut memuat pernyataan dukungan terhadap Zionisme dan penyamaan Hamas dengan ISIS.
Stiker pertama bertuliskan "Zionisme itu seksi", sedangkan stiker lainnya memuat tulisan "Hamas adalah ISIS".
Schnapp juga pernah mengunggah pernyataan yang mendukung Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Unggahannya memicu kritik dan ancaman boikot dari penggemar Stranger Things terhadap musim terakhir serial tersebut.
"Anda berpihak kepada Israel atau berpihak kepada terorisme," demikian bunyi pernyataan Schnapp yang dikutip dalam laporan tersebut.
Pada Januari 2024, Schnapp mengunggah video klarifikasi melalui TikTok.
Ia menyatakan pandangannya mengenai konflik Israel-Hamas telah disalahartikan dan menyampaikan keinginannya agar masyarakat yang terdampak konflik memperoleh keselamatan.
"Saya rasa pemikiran dan keyakinan saya sejauh ini telah disalahartikan dari apa pun, bahkan hal-hal yang mendekati keyakinan saya," kata Schnapp.
Dalam video yang sama, ia kembali menjelaskan harapannya terhadap masyarakat yang tidak bersalah dan terdampak konflik.
"Saya hanya menginginkan perdamaian, keselamatan, dan keamanan bagi semua orang yang tidak bersalah tapi terdampak dari konflik ini," ujarnya.
Aktor dan komedian Brett Gelman, yang dikenal melalui Stranger Things dan Fleabag, juga menghadapi penolakan setelah secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Israel usai serangan Hamas pada Oktober 2023.
Ia menggunakan media sosial untuk mengkritik Hamas dan pihak yang dianggapnya antisemit.
Menurut laporan Los Angeles Times, sejumlah toko buku membatalkan acara tur buku perdana Gelman pada Februari hingga Maret 2024.
Book Passage di San Francisco dan Book Stall di Winnetka, Illinois, membatalkan acara pada Februari, sedangkan Book Soup di West Hollywood membatalkan penampilannya pada Maret.
Book Passage menyampaikan keberatan terhadap pernyataan Gelman yang dinilai gegabah dan tidak bijaksana terhadap sejumlah kelompok etnis dan sosial.
Gelman menduga penolakan tersebut berkaitan dengan sentimen antisemitisme.
Di Indonesia, penyanyi gospel Israel Houghton menghadapi penolakan terkait rencana konser bersama grup musiknya, Israel & New Breed, dalam rangkaian tur Til The Whole World Knows Tour 2026.
Konser yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24 Oktober 2026 itu tidak memperoleh izin penyelenggaraan.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyampaikan keputusan tersebut setelah koordinasi lintas lembaga.
Koordinasi itu melibatkan Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Setelah kami melakukan koordinasi dan mempertimbangkan aspek keamanan dalam negeri serta komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, kami berpandangan bahwa kegiatan apa pun yang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk merugikan perjuangan rakyat Palestina tidak akan diperkenankan diselenggarakan di Indonesia," ujar Yusril di kantornya, Jakarta, Senin (5/10).
Pemerintah juga menegaskan tidak akan memberikan izin penyelenggaraan maupun penerbitan visa untuk kegiatan tersebut.
Penyanyi P!
nk menghadapi kritik pada September 2026 setelah menanggapi pernyataan rapper Macklemore yang menyuarakan dukungan kepada Palestina dalam konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026.
P! nk membagikan unggahan kelompok StopAntisemitism yang menilai penampilan Macklemore sebagai propaganda anti-Israel.
Ia juga membantah pernyataan yang menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida.
Pada 11 September 2026, kelompok Swifties Against Genocide meluncurkan petisi di Change. org yang mendesak UNICEF mencopot P!
nk dari jabatan duta organisasi tersebut.
Petisi itu menilai komentarnya tidak sesuai dengan peran tersebut dan mengumpulkan lebih dari 195 ribu tanda tangan pada 25 September 2026.
Aktor Javier Bardem turut menyebarkan petisi itu melalui Instagram Story sejak 21 September 2026.
P!
nk telah menjadi duta UNICEF sejak 2015 dan kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial, dengan menyatakan tidak menyetujui seluruh bahasa dalam unggahan yang sebelumnya ia bagikan.