Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026).
Pada pukul 09.10 WIB, IHSG berada di level 4.920,97 atau turun 5,09 persen (264 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.158,10.
Penurunan ini terjadi setelah muncul sentimen negatif terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.
Tekanan dari Usulan Reklasifikasi MSCI
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memperkirakan tekanan terhadap IHSG masih berlanjut.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ketidakpastian akibat usulan reklasifikasi berpotensi mendorong aksi jual lanjutan, terutama dari investor asing dan institusi yang sensitif terhadap perubahan klasifikasi indeks global.
Nafan mengimbau investor untuk memusatkan perhatian pada saham dengan fundamental yang solid.
Dalam keterangan tertulis, ia menjelaskan bahwa pelemahan indeks juga menunjukkan perubahan tajam dalam kondisi teknikal pasar.
"Secara teknikal, pergerakan IHSG mengalami pelemahan tajam yang menandakan terganggunya stabilitas pasar secara mendadak dan sedang bergerak menuju penyelesaian penuh pola wave 5/(C)/Y," ujar Nafan.
Data perdagangan menunjukkan 710 saham bergerak di zona hijau, sedangkan 47 saham melemah dan 29 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 4,63 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,57 miliar saham.
Tekanan pada awal pekan ini menyusul penurunan tajam pasar saham selama pekan sebelumnya.
IHSG merosot 14,91 persen dalam sepekan, sementara kapitalisasi pasar menyusut 14,43 persen.
Pada Jumat (16/10/2026), BEI menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 08.58 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Langkah tersebut diambil setelah penurunan IHSG mencapai 8 persen.
IHSG sebelumnya ditutup pada level 5.185,10 pada akhir perdagangan pekan lalu.
Pada awal perdagangan Senin (19/10/2026), indeks kembali melemah hingga mencapai 4.920,97 pada pukul 09.10 WIB.