unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mercedes-Benz Bekas: Kelistrikan dan Kaki-Kaki Jadi Titik Rawan
News

Mercedes-Benz Bekas: Kelistrikan dan Kaki-Kaki Jadi Titik Rawan

Ilustrasi pemeriksaan Mercedes-Benz bekas di bengkel spesialis
Mercedes-Benz Bekas: Kelistrikan dan Kaki-Kaki Jadi Titik Rawan
A A Ukuran Teks16px

Membeli Mercedes-Benz bekas memang memberi akses ke kendaraan premium dengan harga lebih terjangkau.

Namun, kondisi aktual mobil perlu ditelusuri karena usia dan riwayat perawatan memengaruhi kebutuhan perbaikan.

Mekanik bengkel spesialis Mercedes-Benz KBM Auto Service, Indra Kurniawan (37), menyebut dua kelompok persoalan yang umum dijumpai.

Pertama, gangguan sistem kelistrikan. Kedua, kerusakan komponen mekanis.

Keduanya perlu diperiksa untuk mengetahui kondisi kendaraan secara menyeluruh.

Titik rawan kelistrikan dan kaki-kaki

Pada Mercedes-Benz keluaran setelah 2010, sistem elektronik menjadi perhatian karena kendaraan generasi itu memakai lebih banyak perangkat elektronik.

Indra menjelaskan masalah elektrikal dapat melibatkan modul kontrol transmisi hingga sistem komputer kendaraan.

"Kalau untuk Mercedes sendiri, secara teknis itu biasanya meliputi elektrikal seperti modul kontrol transmisi hingga sistem komputer kendaraan," ujar Indra saat ditemui di bengkelnya, Rabu (28/10/2026).

Selain kondisi komponen, lokasi pemasangan perangkat elektronik dan temperatur di sekitar mesin turut diperhatikan.

Contohnya Mercedes-Benz dengan mesin berkode M272 yang menempatkan Engine Control Unit (ECU) di area mesin.

Letak ECU yang berdekatan dengan sumber panas dapat memengaruhi ketahanan komponen dalam jangka panjang.

Meski begitu, suhu bukan satu-satunya penyebab gangguan sistem elektronik.

Pemeriksaan perlu mencakup kondisi kabel, konektor, tegangan aki, dan usia komponen agar sumber kerusakan dapat ditelusuri lebih tepat.

Di luar sistem elektronik, bagian mekanis berpotensi menurun kondisinya setelah dipakai bertahun-tahun.

Gejala yang kerap muncul antara lain bunyi tidak normal dari sektor kaki-kaki serta kebocoran oli mesin atau cairan radiator.

"Biasanya kalau mobil sudah berumur, sektor kaki-kaki mulai bunyi-bunyi dan sering ada keluhan kebocoran oli atau radiator," kata Indra.

Bunyi pada kaki-kaki dapat berkaitan dengan keausan komponen suspensi, seperti bushing dan ball joint.

Pemeriksaan tidak cukup hanya dengan mendengarkan suara saat mobil digunakan.

Kondisi fisik komponen perlu ditelusuri untuk memastikan bagian yang rusak dan menentukan kebutuhan perbaikan.

Kebocoran oli mesin dan cairan pendingin juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kinerja kendaraan bila dibiarkan.

Untuk menentukan penyebab gangguan, bengkel spesialis dapat melakukan pemeriksaan fisik sekaligus memindai sistem elektronik dengan perangkat diagnostik.

Hasil pemeriksaan menjadi dasar menentukan komponen yang benar-benar butuh perbaikan.

Pendekatan itu membantu menghindari penggantian suku cadang yang masih berfungsi baik.

Bagi calon pembeli, pemeriksaan menyeluruh sebelum transaksi memberi gambaran kondisi Mercedes-Benz yang akan dibeli.

Informasi tersebut juga membantu memperkirakan biaya perawatan setelah kendaraan berpindah tangan.

Riwayat perawatan, tahun produksi, dan hasil pemeriksaan teknis menjadi pertimbangan dalam memahami kondisi mobil bekas pilihan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru