Casio merilis G-Shock DW-5600RBG-1 edisi kolaborasi terbatas bersama ritel streetwear Union.
Jam ini mengangkat inspirasi filosofis dari warna bendera Pan-Afrika karya Marcus Garvey, yakni merah, hijau, dan hitam.
Perpaduan tri-warna tersebut hadir pada bezel dan retainer tali jam, menciptakan aksen kontras di atas dasar hitam doff.
Meski tampil dengan estetika baru, spesifikasi tangguh khas seri 5600 tetap dipertahankan.
Jam ini memiliki perlindungan tahan guncangan standar militer, ketahanan air hingga 200 meter, dan daya baterai sampai lima tahun.
Detail Kolaborasi dan Material Ramah Lingkungan
Kerja sama dengan Union tidak berhenti pada skema warna.
Logo Frontman ikonik milik Union diukir pada penutup sasis logam di bagian belakang jam.
Saat tombol lampu LED putih diaktifkan dalam kondisi gelap, siluet logo Frontman muncul halus di latar belakang layar digital.
Setiap unit dikemas dalam kotak khusus berdesain kustom yang mencerminkan tema kolaborasi, menambah daya tarik bagi kolektor.
Casio menggunakan bahan bio-based resin atau resin berbasis hayati untuk sasis dan tali jam.
Langkah ini disebut sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan tanpa mengorbankan durabilitas terhadap benturan keras.
Kombinasi merah, hijau, dan hitam pada bezel serta retainer memberi kesan maskulin sekaligus kental nuansa kultur jalanan modern.
Warna dasar hitam doff membuat aksen tri-warna tampil lebih menonjol tanpa mengorbankan karakter tangguh seri 5600 yang legendaris.
Sentuhan grafis logo Frontman menjadi penanda identitas visual Union pada jam ini, baik pada bagian belakang maupun saat layar digital menyala.
Dengan pendekatan desain yang khas streetwear, edisi terbatas ini menyasar kolektor arloji dan penggemar G-Shock yang mencari varian berbeda dari seri 5600.
Penggunaan resin berbasis hayati pada sasis dan tali menunjukkan bahwa Casio tetap memperhatikan aspek lingkungan dalam produk edisi khusus.