unique visitors counter
⌂ Beranda › News › UMR Indonesia vs Korea Selatan Ramai Dibahas di X, Harga Telur hingga BBM Bikin Kaget
News

UMR Indonesia vs Korea Selatan Ramai Dibahas di X, Harga Telur hingga BBM Bikin Kaget

UMR Indonesia vs Korea Selatan Ramai Dibahas di X, Harga Telur hingga BBM Bikin Kaget
Jelajahi Seongsu, Kawasan Trendi Seoul lewat Tur Arsitek
A A Ukuran Teks16px

Perdebatan soal upah minimum Indonesia dan Korea Selatan ramai di media sosial X. Bukan hanya angka gajinya yang dibandingkan, harga kebutuhan sehari-hari di kedua negara ikut dihitung — dan hasilnya mengejutkan banyak warganet.

Perbincangan bermula dari unggahan yang membandingkan penghasilan pekerja di kedua negara. Upah minimum di Korea Selatan disebut sekitar 2 juta won, sementara upah minimum di Indonesia berada di kisaran beberapa juta rupiah. Warganet kemudian menimpali dengan harga barang di Seoul, yang ternyata tidak jauh berbeda dengan harga di Indonesia untuk sejumlah kebutuhan pokok.

Air Minum di Seongsu Jadi Contoh

Salah satu contoh yang ramai dibahas adalah harga air minum di kawasan Seongsu, Seoul, yang sekitar 300 won. Bila dianalogikan dengan penghasilan Rp2 juta, harga yang proporsional adalah sekitar Rp300. Perbandingan itu membuat banyak warganet terkejut, karena selisih nominalnya ternyata tidak sebesar yang mereka bayangkan.

Sejumlah warganet menilai, perbandingan seperti ini menunjukkan bahwa angka upah yang tampak besar belum tentu berarti daya beli yang jauh lebih tinggi, terutama untuk kebutuhan harian.

Telur, Beras, dan BBM

Upah minimum Korea Selatan pada 2026 tercatat sebesar 2.156.880 won per bulan, dihitung berdasarkan 209 jam kerja. Dengan kurs saat ini, nilainya sekitar Rp25 juta. Satu papan telur di Korea Selatan sekitar 5.790 won atau sekitar Rp80 ribu. Di Indonesia, satu papan telur berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp83 ribu.

Bagi pekerja Korea Selatan dengan penghasilan sekitar Rp25 juta, harga telur sekitar Rp80 ribu hanya mengambil porsi kecil dari penghasilan. Sementara itu, pekerja Indonesia dengan penghasilan sekitar Rp5 juta harus mengeluarkan porsi yang jauh lebih besar dari penghasilannya untuk kebutuhan yang sama.

Perbandingan serupa terlihat pada beras. Harga beras di Korea Selatan sekitar 4.460 won per kilogram atau sekitar 0,21 persen dari upah minimum bulanan. Di Indonesia, harga beras sekitar Rp16 ribu per kilogram atau sekitar 0,46 persen dari upah minimum yang dipakai dalam perbandingan.

Untuk bahan bakar, harga BBM di Korea Selatan sekitar 2.010 won per liter, sedangkan di Indonesia sekitar Rp16.250 per liter. Dibandingkan dengan upah minimum masing-masing, beban BBM ternyata lebih besar bagi pekerja Indonesia.

Bukan Berarti Hidup di Korea Lebih Murah

Perbandingan tersebut bukan berarti biaya hidup di Korea Selatan lebih murah secara keseluruhan. Tempat tinggal, terutama di Seoul, menjadi salah satu pengeluaran besar yang harus diperhitungkan.

Selain itu, upah minimum Korea Selatan juga masih berupa angka kotor. Nilai 2.156.880 won belum dipotong pajak dan jaminan sosial, sehingga penghasilan yang benar-benar diterima pekerja bisa lebih kecil.

Para ekonom menilai, perbandingan upah antarnegara sebaiknya tidak hanya mengandalkan konversi mata uang, melainkan juga memperhitungkan daya beli. Dengan cara itu, gambaran tentang kesejahteraan pekerja di masing-masing negara menjadi lebih seimbang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru