Atlet MMA Yudi Cahyadi akhirnya buka suara soal kedatangannya ke rumah kreator konten Herri Pras di Kabupaten Bogor yang terlanjur viral, dan menegaskan versi ceritanya: ia datang didampingi ketua RT setempat, bukan secara diam-diam apalagi anarkis.
Perseteruan Yudi Cahyadi dengan Herri Pras menjadi perhatian publik setelah kabar kedatangan sang atlet ke rumah Herri beredar lebih dulu di media sosial. Melalui klarifikasi yang disampaikan lewat akun Instagram pribadinya, Yudi membenarkan bahwa ia memang mendatangi rumah Herri Pras Al-Kaburi di Kabupaten Bogor pada malam sebelumnya.
Sebagai latar, Yudi adalah atlet MMA asal Sumedang yang meraih medali perak SEA Games 2023 dan pernah memegang sabuk interim One Pride 87 pada Juni 2025. Dalam pemberitaan terkait, Herri Pras diketahui telah melaporkan Yudi ke Polres Bogor atas peristiwa ini.
Kekecewaan atas Konten Jadi Pemicu Versi Yudi
Menurut versi Yudi, kedatangan itu dipicu kekecewaan mendalam terhadap rangkaian konten Herri. Ia menilai narasi yang dibangun Herri telah melewati batas etika karena mendiskreditkan dan menghina sejumlah tokoh agama, yakni Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, Tuan Guru Bajang, dan ulama internasional Habib Umar bin Hafiz.
Yudi membantah tudingan bahwa ia datang diam-diam atau bertindak anarkis. Dalam klarifikasinya, ia menyebut rombongan awalnya datang dan berbicara baik-baik, dengan didampingi ketua RT setempat dan disaksikan warga sekitar.
Menagih Tantangan Duel Terbuka
Tujuan utama kedatangan itu, masih menurut versi Yudi, adalah menagih kesiapan Herri yang pernah menyatakan siap bertarung fisik tanpa aturan. Yudi menuntut tantangan tersebut dilakukan secara terbuka, satu lawan satu atau 1 vs 1.
Namun, menurut penuturan Yudi, Herri menolak dan memberikan berbagai alasan. Herri disebut masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu, sehingga tidak mau menghadapi tantangan di luar rumah.
Dalam versi Yudi, tantangan terbuka itu sengaja ia tagih sebagai pembuktian atas pernyataan kesiapan yang pernah disampaikan Herri sendiri. Ia menilai persoalan di antara mereka sebaiknya diselesaikan melalui tantangan yang pernah dilontarkan tersebut, bukan berlarut-larut lewat rangkaian konten di media sosial.
Soal Kontak Fisik di Teras Rumah
Yudi juga tidak membantah adanya kontak fisik di teras rumah Herri. Dalam versi Yudi, kontak fisik itu ia sebut sebagai "pelajaran" kecil dan terukur untuk memberi efek jera, dan ia mengklaim hal tersebut tidak membahayakan keselamatan Herri.
Ketegangan akhirnya mereda setelah petugas polsek setempat tiba di lokasi untuk mengamankan situasi. Yudi menyebut Herri tetap berada di dalam rumah hingga polisi tiba untuk memediasi kedua pihak.
Belum Ada Kesimpulan dari Polisi
Perlu dicatat, seluruh penjelasan di atas adalah versi Yudi Cahyadi semata. Pihak kepolisian dilaporkan menelusuri peristiwa ini secara objektif berdasarkan bukti faktual di lokasi dan keterangan kedua pihak, guna memastikan ada tidaknya tindak pidana penganiayaan atau persekusi. Hingga kini, belum ada temuan maupun kesimpulan resmi dari polisi, termasuk soal status tersangka.
Dalam pemberitaan terkait, Herri Pras disebut telah meminta maaf kepada Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad setelah rumahnya didatangi, tetapi meminta agar laporan polisinya tetap diproses hingga tuntas. Pernyataan langsung dari Herri sendiri mengenai klarifikasi Yudi ini belum disampaikan secara terbuka.
