• Shahab-3 dengan jangkauan sekitar 1.300 kilometer
  • Ghadr dengan jangkauan sekitar 1.600 kilometer
  • Emad dengan jangkauan sekitar 1.300 kilometer
  • Khorramshahr 1, 2, dan 4 dengan jangkauan sekitar 2.000 hingga 3.000 kilometer
  • Fattah-1 dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer
  • Haj Qassem dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer
  • Kheibar Shekan dengan jangkauan sekitar 1.450 kilometer
  • Sejjil dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer

Rudal jelajah

Selain rudal balistik, Iran juga memiliki beberapa rudal jelajah yang dirancang untuk terbang rendah sehingga lebih sulit dideteksi radar.

  • Soumar dengan jangkauan yang tidak dipublikasikan
  • Hoveizeh dengan jangkauan sekitar 1.350 kilometer
  • Ya Ali dengan jangkauan sekitar 700 kilometer
  • Paveh dengan jangkauan sekitar 1.650 kilometer

Roket peluncur satelit

Iran juga mengembangkan sejumlah roket peluncur satelit yang secara teknologi berpotensi dikembangkan menjadi sistem rudal jarak jauh.

  • Safir dengan jangkauan sekitar 2.100 kilometer
  • Simorgh dengan jangkauan sekitar 4.000 hingga 6.000 kilometer
  • Qased dengan jangkauan sekitar 2.200 kilometer
  • Zuljanah dengan jangkauan sekitar 4.000 hingga 5.000 kilometer
  • Ghaem-100 dengan jangkauan sekitar 3.000 hingga 4.000 kilometer

Strategi Iran menargetkan kawasan regional

Karena keterbatasan jangkauan rudal, Iran memusatkan strategi militernya pada target yang berada di wilayah sekitar Timur Tengah.

Target utama adalah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di berbagai negara Teluk serta wilayah Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa serangan terhadap target tersebut merupakan bagian dari hak negara untuk membela diri.


“Membalas pembunuhan Khamenei dan pejabat senior lainnya adalah tugas dan hak sah negara ini,” ujar Pezeshkian.

Tanpa kekuatan udara modern dalam jumlah besar, Iran sangat bergantung pada sistem rudal sebagai komponen utama kemampuan militernya.

Kota rudal dan taktik serangan