unique visitors counter
⌂ Beranda News Putin Kunjungi China untuk Perkuat Hubungan, Xi Jaga Stabilitas dengan AS

Putin Kunjungi China untuk Perkuat Hubungan, Xi Jaga Stabilitas dengan AS

Putin Kunjungi China untuk Perkuat Hubungan, Xi Jaga Stabilitas dengan AS
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing disambut Menteri Luar Negeri China Wang Yi
A A Ukuran Teks16px

Bagi China, kedua jalur ini tidak saling eksklusif.

Putin dan Xi Saling Panggil Teman

Putin terakhir mengunjungi China pada September 2025 untuk menghadiri KTT tahunan Organisasi Kerja Sama Shanghai di Tianjin, menyaksikan parade militer yang memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, dan mengadakan pembicaraan dengan Xi.

Saat itu, Xi menyebut rekannya sebagai teman lama, sementara Putin menyapa Xi sebagai teman tersayang.

IN2

Di China, teman lama adalah istilah diplomatik yang sangat langka yang digunakan pemerintah dan partai untuk menggambarkan orang asing yang disukai.

Pada bulan April, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi Beijing dan bertemu Xi, yang menggambarkan hubungan bilateral sebagai sesuatu yang berharga dalam konteks internasional saat ini.

Xi mengatakan China dan Rusia perlu memperkuat dan mempertahankan kepentingan bersama mereka.

in2

>>> Iran Peringatkan Serangan Balik Jika AS Kembali Bombardir

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan akhir pekan lalu bahwa kunjungan Putin juga akan memungkinkan Rusia menerima informasi terbaru langsung dan bertukar pandangan dengan China mengenai pembicaraannya dengan AS.

Selama kunjungan Trump, Xi menggambarkan hubungan bilateral antara AS dan China sebagai yang terpenting di dunia dan mengatakan mereka harus saling memandang sebagai mitra, bukan saingan.

Pada akhir KTT dua hari itu, kedua negara mengatakan akan bekerja sama dalam kerangka kerja baru untuk mengelola hubungan China-AS yang konstruktif dengan stabilitas strategis.

Wang dari Center for China & Globalization mengamati bahwa Beijing menginginkan hubungan yang stabil dengan Barat, kepercayaan strategis yang berkelanjutan dengan Moskow, dan ruang diplomatik yang cukup untuk menampilkan dirinya sebagai kekuatan besar yang tidak memihak dan mampu berbicara dengan semua pihak.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru