unique visitors counter
⌂ Beranda News Xi dan Putin Bersatu Kritik AS, tetapi Gagal Capai Kesepakatan Gas

Xi dan Putin Bersatu Kritik AS, tetapi Gagal Capai Kesepakatan Gas

Xi dan Putin Bersatu Kritik AS, tetapi Gagal Capai Kesepakatan Gas
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat KTT di Beijing
A A Ukuran Teks16px

Patricia Kim, seorang fellow kebijakan luar negeri di Brookings Institution yang berbasis di Washington, menilai Xi berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan Putin dan Trump.

"Kedua pemimpin bergulat dengan konflik buatan sendiri yang terbukti jauh lebih sulit diselesaikan dari perkiraan awal," ujarnya.

"Xi, sementara itu, mampu lebih fokus memperkuat China secara internal sambil memproyeksikan citra kekuatan besar yang stabil dan percaya diri di panggung global," tambah Kim.

IN2

Kesepakatan Gas Masih Jalan di Tempat

Meskipun bersuara serempak dalam isu keamanan global, kedua pemimpin gagal mencapai terobosan yang lama dicari Moskow.

Rusia menginginkan kontrak pipa baru yang dapat menggandakan volume gas alam yang dijual ke China.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan China tertarik pada pasokan minyak jangka panjang dan peningkatan volume.

in2

Ia menyebut volume ekspor minyak Rusia ke China naik 10 persen dalam empat bulan.

>>> Lookism Chapter 608: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Link Baca Resmi

Namun, kesepakatan pipa Power of Siberia 2 yang diumumkan pada September 2025 belum membuahkan hasil.

Pipa sepanjang 2.600 km itu dirancang mengangkut 50 miliar meter kubik gas per tahun dari Rusia ke China melalui Mongolia.

China sangat sedikit berbicara secara publik tentang proyek tersebut.

Xi pada Rabu hanya mengatakan kerja sama energi dan konektivitas sumber daya harus menjadi "batu penjuru" hubungan China-Rusia, tanpa menyebut pipa tersebut.

Isu-isu kunci seperti harga gas masih belum terselesaikan. Analis memperkirakan negosiasi bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Kremlin mengatakan kedua belah pihak telah mencapai "pemahaman umum tentang parameter" proyek, meskipun tidak ada rincian atau jadwal yang jelas.

Novak mengatakan Rusia dan China sedang memfinalisasi kontrak pasokan melalui pipa tersebut.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru