Daniel Sleat, penasihat kebijakan senior di Tony Blair Institute for Global Change, menilai inti perbedaan pendapat tentang harga, pembiayaan, dan persyaratan kontrak belum terselesaikan.
"Rusia lebih membutuhkan kesepakatan ini daripada China setelah kehilangan sebagian besar pasar gas Eropa, sementara Beijing tampaknya masih bergerak lambat dan menjaga fleksibilitas atas opsi pasokan energi masa depan," katanya.
Kunjungan Kenegaraan yang Meriah
Xi menyambut Putin dengan pasukan kehormatan dan tembakan meriam di Balai Agung Rakyat Beijing. Anak-anak melambaikan bendera China dan Rusia saat kedua pemimpin berjalan.
Mereka kemudian menikmati bebek Peking dan ham Jinhua dalam jamuan makan, serta minum teh bersama sejumlah ajudan dekat sebelum pesawat Putin berangkat.
Xi mengatakan kedua negara harus fokus pada strategi jangka panjang dan mendorong sistem tata kelola global yang "lebih adil dan masuk akal".
"Hubungan China-Rusia telah mencapai tingkat ini karena kami mampu memperdalam kepercayaan politik dan kerja sama strategis," kata Xi.
Putin mengatakan hubungan Rusia-China "telah mencapai tingkat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan terus berkembang".
Dalam deklarasi bersama, kedua belah pihak menjabarkan rencana kerja sama lebih lanjut di berbagai bidang, dari kecerdasan buatan hingga perlindungan harimau, macan tutul, dan panda langka.
Deklarasi itu juga menuduh AS dan Israel melanggar hukum internasional dengan menyerang Iran.
"Agenda global perdamaian dan pembangunan menghadapi risiko dan tantangan baru, dengan bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kembali ke 'hukum rimba'," demikian bunyi deklarasi bersama menurut Kremlin.
Dampak Geopolitik KTT Beruntun Xi
Xi menutup pekan diplomatik yang luar biasa dengan bertemu pemimpin rival strategis terkuat China dan salah satu mitra terdekatnya.
>>> Polisi Terima Laporan terhadap Ketua Shinsegae atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik Warga Gwangju
Dengan Trump yang mencari jalan keluar dari perang dengan Iran dan pasukan Putin yang sebagian besar terperangkap di Ukraina, KTT tersebut memberi kesempatan bagi pemimpin China untuk menunjukkan Beijing sebagai pilar stabilitas global dan pemain diplomatik yang tak tergantikan.