unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Akan Berbicara dengan Presiden Taiwan, Uji Hubungan AS-China

Trump Akan Berbicara dengan Presiden Taiwan, Uji Hubungan AS-China

Trump Akan Berbicara dengan Presiden Taiwan, Uji Hubungan AS-China
Presiden AS Donald Trump berbicara di depan podium
A A Ukuran Teks16px

Namun, bahasa Trump mengirim sinyal campuran ke Taipei.

Lai menyambut baik kesempatan berbicara dengan Trump, tetapi penyebutan “masalah Taiwan” oleh presiden AS itu menggemakan frasa Beijing.

Lai, yang oleh Beijing dianggap sebagai separatis, sebelumnya pada Rabu mengatakan jika mendapat kesempatan bicara dengan Trump, ia akan menyatakan bahwa pemerintahnya berkomitmen menjaga status quo di Selat Taiwan.

IN2

Menurut Lai, justru China yang merusak perdamaian dengan pembangunan militer besar-besaran di Indo-Pasifik.

“Tidak ada negara yang berhak mencaplok Taiwan.

Rakyat Taiwan menjalani cara hidup demokratis dan bebas, dan demokrasi serta kebebasan tidak boleh dianggap sebagai provokasi,” kata Lai.

in2

Berdasarkan hukum AS, Washington diwajibkan menyediakan alat bagi Taiwan untuk mempertahankan diri. Anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat mendesak pemerintahan Trump untuk melanjutkan penjualan senjata.

Taiwan, dengan 23 juta penduduk, merupakan mitra dagang terbesar keempat AS setelah China yang berpenduduk 1,4 miliar.

Sebagian besar perdagangan berupa ekspor semikonduktor canggih yang mendorong ekonomi global.

Trump juga telah berulang kali memuji hubungannya dengan Xi sebagai "luar biasa".

>>> Xi dan Putin Bersatu Kritik AS, tetapi Gagal Capai Kesepakatan Gas

Setelah kunjungan ke Beijing pekan lalu, Trump mengatakan belum memutuskan apakah akan melanjutkan penjualan senjata besar senilai hingga US$14 miliar ke Taiwan, menambah ketidakpastian tentang dukungan AS terhadap pulau tersebut.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru