"Di AS, kami siap membuka babak baru dalam hubungan antara rakyat kita.
Saat ini, satu-satunya yang menghalangi masa depan yang lebih baik adalah mereka yang mengendalikan negara Anda," katanya dalam video berbahasa Spanyol.
Pengaruh Raúl Castro di Balik Layar
Raúl Castro mengambil alih sebagai presiden dari kakaknya Fidel Castro yang sakit-sakitan pada 2006, sebelum menyerahkan kekuasaan kepada Díaz-Canel pada 2018.
Meskipun pensiun sebagai kepala Partai Komunis Kuba pada 2021, ia diyakini masih memiliki pengaruh di balik layar.
Hal ini diperkuat oleh menonjolnya cucunya, Raúl Guillermo Rodríguez Castro, yang sebelumnya bertemu secara rahasia dengan Rubio.
Pekan lalu, Direktur CIA John Ratcliffe melakukan perjalanan ke Havana untuk bertemu dengan pejabat Kuba, termasuk cucu Castro.
Dua pejabat senior Departemen Luar Negeri juga bertemu dengan cucu tersebut pada April.
Lindsey Lazopoulos Friedman, mantan jaksa di kantor kejaksaan AS di Miami yang menangani kasus keamanan nasional dan kejahatan yang melibatkan warga Kuba, mengatakan sifat simbolis dakwaan ini sangat penting.
"Meskipun Raúl Castro kemungkinan akan tetap tinggal dan meninggal di Kuba, Anda dapat menggunakan dakwaan sebagai titik tekanan, keuntungan taktis, untuk mendapatkan konsesi lain seperti pembebasan tahanan atau menjaga Rusia keluar," ujarnya.
Penyelidikan Sejak 1990-an
Penyelidikan terhadap Castro telah berlangsung sejak 1990-an.
Guy Lewis, mantan jaksa federal, menemukan bukti yang menghubungkan pejabat senior militer Kuba dengan perdagangan kokain oleh kartel Medellin Kolombia.
Setelah penembakan, penyelidikan meluas dan jaksa menuntut Raúl Castro karena memimpin konspirasi pemerasan besar-besaran oleh angkatan bersenjata Kuba.
Pada akhirnya, pemerintahan Clinton mendakwa empat individu, termasuk pilot MiG, kepala angkatan udara Kuba, dan kepala jaringan mata-mata Kuba di Miami.