unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Umumkan Dakwaan Pidana terhadap Mantan Presiden Kuba Raúl Castro

AS Umumkan Dakwaan Pidana terhadap Mantan Presiden Kuba Raúl Castro

AS Umumkan Dakwaan Pidana terhadap Mantan Presiden Kuba Raúl Castro
Mantan Presiden Kuba Raúl Castro
A A Ukuran Teks16px

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos F.

de Cossío, mengecam Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di X, menuduhnya berbohong tentang Kuba dan mencoba membenarkan agresi yang dilakukannya terhadap rakyat Kuba.

Keluarga Korban dan Penegak Hukum

Marlene Alejandre-Triana, yang ayahnya, Armando Alejandre Jr., tewas dalam insiden tersebut, mengatakan dakwaan ini "sudah lama tertunda." Ia menyebut Raúl Castro sebagai "salah satu arsitek utama kejahatan."

IN2

Jaksa Agung Akting Todd Blanche dalam pengumumannya di Miami menyatakan, "Selama hampir 30 tahun, keluarga empat warga Amerika yang dibunuh telah menunggu keadilan.

Mereka adalah warga sipil tak bersenjata yang menjalankan misi kemanusiaan."

Ditanya tentang upaya membawa Castro ke pengadilan, Blanche mengatakan surat perintah penangkapan telah diterbitkan.

in2

"Kami berharap dia akan hadir di sini, atas kemauannya sendiri atau dengan cara lain," ujarnya.

Pemerintah federal, kata dia, sering mendakwa orang di luar AS dan menggunakan berbagai metode untuk menghadirkan mereka ke pengadilan.

Tekanan Politik AS terhadap Kuba

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pemerintahan Trump terhadap Kuba.

Sejak pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, sekutu lama Kuba, Trump telah mengintensifkan retorika perubahan rezim di Kuba.

Sebelumnya, ia berjanji melakukan "pengambilalihan ramah" jika kepemimpinan Kuba tidak membuka ekonomi bagi investasi AS.

>>> Militer AS Naiki Kapal Tanker Minyak Bendera Iran yang Diduga Langgar Blokade

Pemerintahan Trump pertama kali mendakwa Maduro atas perdagangan narkoba dan menggunakan dakwaan itu untuk membenarkan penggulingannya dalam penggerebekan militer mendadak pada Januari lalu, yang membawa pemimpin Venezuela itu ke New York untuk diadili.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba, mendesak rakyat Kuba untuk menuntut ekonomi pasar bebas dengan kepemimpinan baru.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru