Mereka memindahkan penutup mata saya 30 kali karena saya mencoba melihat. Tidak ada kemungkinan untuk mengatakan 'saya anggota parlemen' atau 'saya jurnalis'.
Anda berhadapan dengan mesin yang berteriak dan disertai gerakan fisik," ujarnya.
Setelah dipindahkan ke kapal penahanan, perlakuan menjadi lebih keras. "Kami didorong dan diseret dengan tangan dipelintir ke belakang, dipaksa berlutut di depan tembok dengan kepala menunduk.
Saya dilempar tengkurap, tangan di belakang punggung, wajah ditekan ke lantai basah dan kotor, ditekan dengan kaki," katanya.
Di dalam kontainer, ia ditendang di tulang kering dan dipukul. "Mereka bilang 'Selamat datang di Israel'.
Lalu pukulan ke wajah, satu dari sisi ini, satu dari sisi lain. Pukulan tinju.
>>> Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 90 Orang
Saya bergerak untuk bangun dan ditendang di kaki. Setrum kecil di tulang rusuk," tambahnya.
Mantovani juga digeledah telanjang, kacamata dan dompetnya dibuang.
Yiannis Atmatzidis, aktivis Yunani, mengaku disetrum, dipukul, dan dihina. "Di kapal penjara ada kontainer yang harus dilewati semua orang.
Anda masuk melalui satu pintu dan sekelompok enam atau tujuh orang akan memukuli Anda tanpa ampun sampai Anda keluar dari sisi lain.
Setiap dari kami mengalaminya," katanya.
Saat sedang diproses identifikasi, Menteri Keamanan Israel Itamar Ben-Gvir datang ke kapal. "Menteri masuk dan bertanya dari mana saya berasal.
Saya jawab dari Yunani. Dia tanya kenapa saya di sini, saya bilang untuk mengirim bantuan kemanusiaan.
Dia menjawab, 'Apa kamu teman Hamas?' Saya jelaskan misi kami tidak punya agenda politik.
Dia dikelilingi empat pengawal bersenjata yang mengarahkan senjata dan laser ke saya sementara saya duduk diborgol," ujar Atmatzidis.
