Militer Amerika Serikat pada Senin (26/5/2026) mengumumkan telah melakukan serangan 'bela diri' di Iran selatan.
Sasaran serangan meliputi situs peluncuran rudal dan perahu yang digunakan untuk memasang ranjau.
>>> AS Serang Perahu dan Lokasi Peluncuran Rudal Iran di Iran Selatan
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman pasukan Iran.
Namun, mereka menekankan bahwa tindakan ini tetap menunjukkan pengendalian selama gencatan senjata yang masih berlaku.
Trump Kaitkan Kesepakatan dengan Perluasan Abraham Accords
Presiden Donald Trump pada hari yang sama menyatakan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran harus mencakup syarat agar beberapa negara lain ikut serta dalam Abraham Accords.
Negara-negara yang disebut termasuk Arab Saudi dan Pakistan.
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan negosiasi berjalan dengan baik. Namun, ia mengaitkan kesepakatan akhir dengan perluasan partisipasi dalam perjanjian yang dirintis pada 2020 itu.
Usulan ini muncul di tengah kritik dari sesama Partai Republik yang menginginkan sikap lebih keras terhadap Iran. Langkah ini berpotensi menambah kerumitan diplomatik dalam negosiasi yang sedang berlangsung.
Trump menyebut Arab Saudi dan Qatar sebagai negara yang harus segera bergabung, bersama Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania.
Bahrain dan Uni Emirat Arab menjadi negara pertama yang bergabung pada 2020.
Ia menulis bahwa setelah semua upaya AS untuk menyatukan teka-teki yang sangat kompleks ini, seharusnya menjadi kewajiban bagi semua negara tersebut untuk menandatangani Abraham Accords secara bersamaan.
Trump telah lama berharap Arab Saudi bergabung, tetapi kerajaan itu tetap pada pendiriannya bahwa normalisasi harus didahului dengan jalur yang jelas menuju kenegaraan Palestina.