Iran mulai memulihkan akses internet setelah pemadaman yang berlangsung lebih dari dua bulan, menurut data dari pengawas internet pada Selasa.
Netblocks, organisasi yang memantau pemadaman internet, menyebut pemadaman ini sebagai "pemadaman internet nasional terpanjang dalam sejarah modern." Iran hampir sepenuhnya terputus dari jaringan internasional selama 2.093 jam.
>>> Iran Kecam Serangan AS sebagai 'Iktikad Buruk' dan Peringatkan Konsekuensi
Organisasi tersebut memperingatkan bahwa masih belum jelas apakah pemulihan ini akan bertahan. Data dari perusahaan IT Cloudflare juga menunjukkan peningkatan lalu lintas web pada Selasa dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Sumber-sumber Iran mengatakan Presiden Masoud Pezeshkian pada Senin memerintahkan pencabutan blokade koneksi internet internasional, meskipun tidak ada jadwal pemulihan akses yang diberikan.
Media Iran melaporkan pada pertengahan Mei tentang kemungkinan pencabutan blokade pada 5 Juni.
Pemerintah hampir sepenuhnya memblokir akses ke internet global sejak dimulainya perang dengan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari.
>>> Kecelakaan Kereta Tabrak Bus Sekolah di Belgia, 4 Tewas
Sejak saat itu, warga Iran hanya dapat menggunakan apa yang disebut "internet nasional," di mana mereka hanya bisa mengakses situs web yang disetujui negara.
Blokade ini telah menimbulkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang signifikan.
Internet Iran tunduk pada sensor ketat bahkan di masa damai.
>>> BP Pecat Ketua Dewan karena Masalah Tata Kelola Serius
Banyak situs web dan aplikasi diblokir; pengguna internet mengandalkan layanan VPN lokal yang mahal untuk mengakses platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
