Kenneth Iwamasa, asisten pribadi Matthew Perry, resmi dijatuhi hukuman 41 bulan penjara oleh pengadilan federal AS pada Rabu (27/5).
Vonis ini terkait perannya dalam memasok dan menyuntikkan ketamin secara berulang kepada Perry, termasuk dosis terakhir yang menyebabkan kematian aktor tersebut pada Oktober 2023.
>>> 3 Game Trending Mei 2026 dengan Grafis Terbaik dan Fitur Canggih
Hakim Distrik AS Sherilyn Peace Garnett juga menjatuhkan denda sebesar US$10.000 (sekitar Rp178,76 juta) kepada Iwamasa.
Iwamasa telah mengenal Perry sejak 1992 dan diangkat menjadi asisten pada 2022 dengan gaji US$150.000 per tahun.
Ia merupakan terdakwa kelima dan terakhir yang menerima vonis dalam kasus ini.
Sebelum vonis, Iwamasa mengaku bersalah pada Agustus 2024 atas dakwaan konspirasi pendistribusian ketamin yang menyebabkan kematian dan cedera badan serius.
Jaksa menyatakan Iwamasa sadar akan riwayat kecanduan narkoba Perry, meskipun ia tidak memiliki latar belakang medis untuk menyuntikkan obat keras.
Dalam berkas persidangan, jaksa menegaskan bahwa Iwamasa justru menjadi fasilitator dan pemasok obat, bukan membantu Perry mempertahankan kesembuhannya.
Sejak September 2023, Iwamasa bersekongkol dengan dokter Salvador Plasencia dan konselor obat Erik Fleming.
>>> Um Tae-goo Tampil sebagai Rapper dalam Film Komedi 'Wild Sing'
Plasencia menjual 20 vial ketamin dan alat suntik senilai US$57.000, serta mengajari Iwamasa cara menyuntikkan.
Iwamasa tetap memesan pasokan obat meski sempat melihat Perry mengalami reaksi tubuh kaku akibat suntikan Plasencia.
Ia kemudian beralih ke Fleming yang memperoleh ketamin dari bandar Jasveen Sangha, alias "Ketamine Queen."
Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntikkan sedikitnya tiga dosis ketamin kiriman Sangha yang berujung pada kematian Perry.
Sangha, Plasencia, dan Fleming masing-masing telah mendekam di penjara federal dengan hukuman 15 tahun, 2,5 tahun, dan 2 tahun.
Pada hari kematian Perry, Iwamasa menghubungi 911 namun menyembunyikan riwayat suntikan ketamin saat diinterogasi polisi.
>>> Konser Reuni F✦FOREVER 3 Hari di Jakarta Resmi Dimulai Malam Ini
Ia juga melenyapkan barang bukti dan menghubungi Fleming untuk mengonfirmasi bahwa ia telah "menghapus semuanya."
