unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Makanan Utuh vs Suplemen: Mana yang Lebih Baik untuk Asupan Nutrisi?

Makanan Utuh vs Suplemen: Mana yang Lebih Baik untuk Asupan Nutrisi?

Makanan Utuh vs Suplemen: Mana yang Lebih Baik untuk Asupan Nutrisi?
Perbandingan makanan utuh dan suplemen untuk asupan nutrisi
A A Ukuran Teks16px

Rumput laut seperti kelp, laver, dan sea mustard kaya akan yodium.

Rumput laut coklat, termasuk kelp dan sea mustard, umumnya mengandung lebih banyak yodium daripada varietas hijau seperti laver.

Asupan harian yodium yang direkomendasikan adalah 150 mikrogram.

IN2

Hanya 1 gram kelp kering mengandung sekitar 2.343 mikrogram — lebih dari dua kali batas atas asupan tolerabel sebesar 1.100 mikrogram per hari.

Karena itu, rumput laut kaya yodium tidak boleh dikonsumsi berlebihan, tetapi konsumsi sesekali dapat menjadi cara efektif dan terjangkau untuk mencegah kekurangan.

Bawang Putih

Bawang putih mengandung banyak senyawa bioaktif yang terkait dengan pencegahan penyakit.

in2

Bawang putih juga menyediakan vitamin C, vitamin B1 dan B6, kalsium, kalium, tembaga, mangan, selenium, allicin, dan senyawa sulfur.

>>> Seoul Gelar Festival Triatlon Anti-Kompetitif, Peserta Boleh Jalan Santai

Penelitian menunjukkan bahwa allicin, salah satu senyawa utama bawang putih, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Kale

Kale secara luas dianggap sebagai salah satu sayuran paling padat nutrisi. Kale sangat kaya akan vitamin K1, yang penting untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Satu cangkir atau 21 gram kale segar menyediakan 68 persen dari asupan harian vitamin K1 yang direkomendasikan dan 22 persen dari kebutuhan harian vitamin C.

Kale juga merupakan sumber serat, mangan, vitamin B6, kalium, dan zat besi yang baik.

Kacang Brazil

Bagi orang yang mungkin kekurangan selenium, kacang Brazil bisa menjadi pilihan camilan yang sangat baik. Selenium adalah antioksidan yang berperan penting dalam fungsi tiroid dan sistem kekebalan tubuh.

Asupan harian selenium yang direkomendasikan adalah 50 hingga 70 mikrogram. Satu kacang Brazil besar dapat mengandung hingga 95 mikrogram, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru