unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Sesuaikan Tarif Baja, Aluminium, dan Tembaga

Trump Sesuaikan Tarif Baja, Aluminium, dan Tembaga

Trump Sesuaikan Tarif Baja, Aluminium, dan Tembaga
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tentang tarif baja, aluminium, dan tembaga
A A Ukuran Teks16px

Presiden AS Donald Trump pada Senin menyesuaikan tarif impor baja, aluminium, dan tembaga. Penyesuaian ini mencakup penurunan tarif untuk beberapa peralatan pertanian dan perluasan kategori peralatan industri.

Dalam perintah eksekutif, Trump menurunkan tarif alat pertanian seperti mesin pemanen dan sistem HVAC dari 25 persen menjadi 15 persen.

>>> Blue Origin Targetkan New Glenn Kembali Terbang Akhir Tahun

IN2

Kategori peralatan industri yang dikenakan tarif 15 persen juga diperluas mencakup alat berat seperti buldoser dan forklift.

Keringanan ini berlaku untuk impor dari negara yang memiliki perjanjian dagang dengan AS.

Negara yang menggunakan setidaknya 85 persen baja atau aluminium hasil leburan AS dapat memperoleh tarif lebih rendah sebesar 10 persen.

in2

Perubahan ini berlaku efektif Senin dan bersifat sementara hingga akhir 2027. Trump menyatakan modifikasi ini mempertimbangkan peran produk tersebut dalam aktivitas ekonomi produktif di AS.

>>> Spacex Targetkan Valuasi Rp 2.850 Kuadriliun dalam IPO Terbesar

Tarif tembaga, baja, dan aluminium pertama kali diberlakukan pada 2018 berdasarkan Section 232 Trade Expansion Act. Trump memperbarui tarif tersebut pada April 2025 dan terus melakukan penyesuaian.

Pada Juni 2025, ia menaikkan tarif baja dan aluminium menjadi 50 persen.

Pada April 2026, ia menetapkan tarif 50 persen untuk barang yang seluruhnya atau hampir seluruhnya terbuat dari aluminium, baja, atau tembaga, serta tarif 25 persen untuk produk turunan.

Barry Appleton, profesor hukum di New York Law School, menilai penyesuaian ini lebih terkait pemilu paruh waktu daripada bantuan nyata bagi petani.

>>> Saham Global Menguat Didorong Optimisme AI, Kekhawatiran Iran Masih Ada

"Kebangkrutan pertanian melonjak, sentimen petani menurun, dan senator Republik memperingatkan kerugian di negara bagian pertanian," ujarnya.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru