Bitcoin jatuh di bawah $60.000 pada Jumat (5/6/2026), level terendah sejak Oktober 2024.
Penurunan ini terjadi menjelang pemilihan presiden AS yang lalu, yang justru mendorong bitcoin ke rekor tertinggi.
>>> Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pakar AS Sebut untuk Melemahkan Hubungan Rusia-Korut
Mata uang kripto tersebut turun sekitar 6 persen ke $59.770 pada pukul 16.15 GMT, sebelum sedikit memulihkan kerugiannya.
Terpilihnya Donald Trump, pendukung kuat kripto, sebagai presiden AS untuk kedua kalinya pada November 2024 memicu gelombang optimisme.
Saat itu, harga bitcoin melonjak hingga hampir $110.000.
>>> AS Soroti Tujuan Denuklirisasi Bersama Jelang Kunjungan Xi ke Korut
Penyebab Penurunan
Menurut Emma Bernuau, konsultan di Eurosagency, penurunan saat ini dipicu oleh aksi jual korporasi. Strategy, salah satu pemegang bitcoin institusional terbesar, secara mengejutkan menjual 32 BTC dari cadangannya.
Ini adalah penjualan pertama dalam beberapa tahun terakhir.
"Meskipun jumlahnya kecil, dampak simbolisnya sangat besar," ujar Bernuau. "Pasar selama ini menganggap Strategy tidak akan menjual bitcoinnya dan akan terus mengakumulasi terlepas dari kondisi pasar."
>>> NASA Batalkan Perintah Evakuasi Astronot di Stasiun Luar Angkasa
Bernuau menambahkan bahwa investor jangka panjang bisa melihat penurunan ini sebagai peluang beli. Ia juga menyoroti potensi katalis positif, termasuk kemajuan legislasi AS yang mendukung sektor kripto.