Infeksi pada manusia lebih sering terjadi melalui paparan kotoran merpati, debu dari kotoran, atau bulu, bukan melalui konsumsi makanan.
Meski merpati peliharaan memiliki sejarah panjang digunakan untuk mengirim pesan dan masih dipelihara sebagai hewan peliharaan, merpati liar perkotaan dikelola sebagai hama karena populasi yang terus bertambah dan masalah sanitasi.
Langkah yang Harus Dilakukan
Para ahli menyarankan untuk tidak memakan makanan yang diduga telah disentuh merpati. Kontaminasi dapat menyebar melampaui area yang terlihat.
Oleh karena itu, lebih aman membuang seluruh makanan daripada hanya membuang bagian yang dipatuk.
Jika Anda mengalami gejala seperti diare, sakit perut, muntah, atau demam dalam beberapa hari setelah memakan makanan yang mungkin terkontaminasi, pertimbangkan kemungkinan keracunan makanan dan segera cari pertolongan medis.
Perhatian ekstra diperlukan untuk anak-anak, lansia, wanita hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Pemerintah Kota Seoul telah menetapkan 38 taman utama, alun-alun, dan lokasi lain sebagai zona larangan memberi makan merpati.
>>> Zona Penggemar Bertema Piala Dunia Dibuka di Ttukseom Hangang Park Seoul
Individu yang kedapatan memberi makan merpati di area tersebut dapat didenda 200.000 won (sekitar Rp2,3 juta) untuk pelanggaran pertama, 500.000 won untuk pelanggaran kedua, dan hingga 1 juta won untuk tiga pelanggaran atau lebih.