Paus Leo XIV pada Kamis berangkat ke Kepulauan Canary, bagian akhir dari kunjungannya ke Spanyol. Ia terbang dari Barcelona menuju Gran Canaria.
Kunjungan ini menjadi pusat perhatian dalam tur seminggu Paus di Spanyol. Sebelumnya, ia telah memperingatkan bahwa konflik yang meningkat telah mendorong dunia ke dalam krisis yang mendalam.
>>> Bill Gates Akui Pertemuan dengan Jeffrey Epstein sebagai 'Kesalahan Besar'
Di Kepulauan Canary, Paus dijadwalkan bertemu dengan sekitar 1.000 migran pada Jumat. Ia juga akan meletakkan bunga di monumen peringatan bagi migran yang tewas di laut.
Juan Carlos Lorenzo, koordinator Komisi Spanyol untuk Pengungsi di Kepulauan Canary, menyebut kunjungan ini sebagai "tonggak penting".
Menurutnya, kunjungan itu akan menjadi penegasan kuat atas pembelaan hak asasi manusia dan martabat semua orang.
>>> Cara Sanggah Penerima Bansos 2026 Secara Online dan Offline
Lebih dari 3.000 orang meninggal pada 2025 saat mencoba mencapai Kepulauan Canary, menurut LSM Caminando Fronteras.
Paus Leo sebelumnya berbicara tegas menentang arah kepemimpinan global dan mengatakan kurangnya bantuan bagi migran menantang "fondasi etis tatanan internasional".
Berbeda dengan sebagian besar Eropa, Spanyol mengadopsi sikap lebih terbuka terhadap migran. Negara itu memperkenalkan program untuk memberikan izin tinggal kepada lebih dari setengah juta orang tanpa dokumen.
>>> AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Iran Balas Serang Teluk dan Yordania
Namun, inisiatif ini menuai kritik dari pemimpin sayap kanan di Spanyol dan Eropa.
