Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar uji coba portal perlindungan sosial digital di Surabaya pada Jumat, 12 Juni 2026.
Portal ini digunakan untuk pendaftaran hingga verifikasi bantuan sosial secara transparan.
>>> Bapanas Siapkan Bansos Ayam dan Telur untuk Atasi Harga Anjlok
Sekitar 200 warga mendatangi Kelurahan Pakis, Surabaya, untuk mencoba langsung proses pendaftaran online dengan bantuan agen.
Pemerintah berupaya meminimalkan kekeliruan penyaluran bansos akibat data yang tidak diperbarui melalui digitalisasi terintegrasi.
Perbaikan Data Melalui Digitalisasi
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan bahwa persoalan ketepatan sasaran bansos sering dipicu data tidak akurat.
Misalnya, warga yang pindah domisili masih terdaftar atau warga miskin baru belum tercatat.
"Akibatnya, bantuan yang seharusnya sampai ke tangan yang tepat jadi tidak tepat sasaran," ujar Fifi di lokasi uji coba.
Pencatatan data warga kini diperbaiki menggunakan teknologi agar negara dapat mengenali profil warganya lebih baik.
>>> Trump: Kesepakatan Iran Hampir Final, Bisa Ditandatangani Akhir Pekan Ini di Eropa
"Kalau datanya benar, kebijakannya Insya Allah juga tepat," imbuhnya.
Langkah digitalisasi ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola, memperkuat akurasi data, dan meningkatkan transparansi publik.
Proses Cepat dengan AI
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, membenarkan adanya persoalan ketidaktepatan sasaran bansos yang mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
Ia menjelaskan, dengan dukungan AI, proses pendaftaran hingga hasil kelayakan hanya membutuhkan waktu 15 hingga 45 menit.
"Nanti banyak warga yang bisa berpartisipasi menyukseskan proses piloting digitalisasi ini," kata Robben.
Surabaya menjadi satu dari 42 kota/kabupaten yang dipilih sebagai wilayah target awal uji coba.
>>> Trump Batalkan Serangan ke Iran, Klaim Ada Kemajuan Negosiasi
Target pemerintah, program ini dapat dilaksanakan secara nasional pada tahun 2027.