Seoul Metropolitan Musical Theater kembali menghadirkan musikal orisinal mereka, "The Tribe", dengan edisi kedua yang jauh lebih besar.
Pertunjukan ini menekankan pesan "menjadi diri sendiri" dan kekuatan solidaritas.
>>> Buku Baru Ungkap Budaya Bahasa Korea Utara yang Sebenarnya
Musikal yang pertama kali tayang pada 2024 di S Theater Sejong Center itu mendapat sambutan hangat dan penjualan tiket yang solid.
Kini, "The Tribe" kembali hingga 27 Juni dengan koreografi, musik, dan alur karakter yang diperluas.
Karya ini berawal dari proyek kelulusan Jeon Dong-min di Korea National University of Arts.
Premisnya unik: setiap kali seseorang berbohong, suku kuno muncul dan menari, mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Cerita berfokus pada Joseph dan Chloe, karakter yang berusaha menyesuaikan diri dengan peran yang diharapkan masyarakat.
Saat mereka tidak sengaja memecahkan topeng kuno di museum, muncullah suku tersebut setiap kali mereka berbohong, memaksa mereka menghadapi kesenjangan antara topeng dan diri asli.
Edisi Baru yang Lebih Besar
Dalam konferensi pers di Sejong Arts Center, tim kreatif memperkenalkan kebangkitan ini sebagai "hampir seperti produksi baru". Mereka memperkuat penampilan, pesan, dan keragaman.
Koreografer Chae Hyun-won mengatakan, "Bobot koreografi meningkat drastis. Kecuali mungkin satu atau dua nomor, setiap adegan memiliki koreografi."
Suku tersebut memenuhi panggung dalam aliran gerakan yang hampir konstan.
Komposer Lim Na-rae memperluas aransemen musik dengan menambah band live dari lima menjadi delapan pemain. Ia juga memperkuat dampak drum dan perkusi.
Jika sebelumnya musik menggunakan irama folk Afrika dan tekstur akustik, skor baru kini menggabungkan lebih banyak elemen elektronik.
>>> Choi Jung-wha, Pelopor Diplomasi Budaya Korea, Meninggal di Usia 71