Menjelang penyelenggaraan pertemuan Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 di Busan bulan depan, Korea Selatan bersiap memanfaatkan ajang tersebut sebagai panggung internasional untuk seni pertunjukan tradisionalnya.
Alih-alih menyajikan warisan budaya sebagai artefak museum yang statis, dua inisiatif pertunjukan utama bertujuan menunjukkan bahwa ritual pertunjukan kuno Korea tetap menjadi komoditas yang dinamis dan hidup.
>>> Korea Beri Diskon Bus untuk Ajak Turis Asing Jelajahi Luar Seoul
Badan Warisan Budaya Korea mengumumkan pada Senin (15/6) serangkaian acara budaya ganda yang dirancang untuk memikat para diplomat asing dan tamu internasional yang hadir.
Acara utama bertajuk "Intangible Heritage Festival in Busan" akan berlangsung pada 20-29 Juli di pusat konvensi BEXCO.
Festival ini menghadirkan "Pasar Seni Pertunjukan Warisan Takbenda" yang pertama, sebuah model pameran dagang dengan 26 pertunjukan untuk membangun jaringan distribusi komersial seni pertunjukan tradisional Korea di dalam dan luar negeri.
Bagian artistik utama festival adalah "Sanhwabi", pertunjukan multidisiplin yang digelar pada 23-24 Juli di Auditorium BEXCO.
Judul pertunjukan diambil dari heksagram ke-22 Kitab I Ching, yang berarti "keindahan halus yang menerangi inti".
Filosofi ini tercermin dalam cara pertunjukan menerjemahkan ritual nasional ikonik ke dalam bahasa teater modern.
>>> K-Expo France 2026 Digelar di Paris, Rayakan 140 Tahun Hubungan Korea-Prancis
Sejumlah seniman master bergengsi akan tampil membawakan Musik Ritual Leluhur Istana, musik perdukunan regional, dan tarian singa bertopeng yang energik.
Puncak acara budaya berlangsung pada 26 Juli dengan gala omnibus besar bertajuk "GOOD to GO in Busan: One Stage, All K-Arts".
Pertunjukan ini akan menghadirkan lebih dari 120 maestro dan virtuoso terbaik Korea, menampilkan aksi tightrope walking, musik rakyat tradisional, dan pertunjukan megah "Dongnae Hakchum", tarian bangau yang berasal dari kota tuan rumah.
Sebelum pertunjukan utama, festival halaman luar ruangan gratis berskala besar akan digelar pada 25 Juli untuk membaurkan peserta internasional dengan warga lokal Busan.
Bagi para perencana budaya Korea, pertemuan puncak UNESCO menjadi peluang logistik langka untuk menunjukkan bagaimana elemen identitas bersejarah negara—empat gaya pertunjukan yang ditampilkan telah tercatat dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda UNESCO—berdampingan dengan pengaruh budaya global modernnya.
>>> Luxury Hanok di Pegunungan Gangwon Ubah Wajah Wisata Mewah Korea
Reservasi tiket gratis untuk pertunjukan bergengsi ini telah dibuka sejak Senin melalui portal resmi Komite Warisan Dunia.