unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Harga Minyak Anjlok 5% ke Terendah 3 Bulan Setelah AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Harga Minyak Anjlok 5% ke Terendah 3 Bulan Setelah AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Harga Minyak Anjlok 5% ke Terendah 3 Bulan Setelah AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
Harga minyak anjlok 5 persen ke terendah 3 bulan setelah kesepakatan AS-Iran buka Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Harga minyak mentah dunia anjlok 5 persen ke level terendah tiga bulan pada Senin (16/6/2026).

Penurunan terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

>>> Presiden Lee Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Harapkan Pelayaran Hormuz Aman

alt top

Brent crude futures turun 5,02 persen menjadi 82,95 dolar AS per barel.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 5,42 persen ke 80,28 dolar AS per barel.

Kedua kontrak tersebut jatuh ke level terendah sejak 10 Maret. Pada Jumat pekan lalu, harga minyak sudah turun lebih dari 3 persen.

alt mid

Perdana Menteri Pakistan mengumumkan bahwa AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada Jumat mendatang. Pakistan bertindak sebagai mediator dalam perundingan tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka tanpa biaya.

Blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran juga akan diakhiri, meskipun masih berlaku hingga perjanjian gencatan senjata selesai.

Dampak Kesepakatan terhadap Pasokan Minyak

Menurut kantor berita semi-resmi Iran Mehr, rancangan kesepakatan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

Selat ini merupakan jalur penting bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Dengan kemungkinan datangnya pasokan minyak dalam jumlah besar, aksi jual ini tampaknya beralasan," ujar Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di Bok Financial.

Dunia telah kehilangan jutaan barel pasokan minyak dan gas sejak perang menutup Selat Hormuz selama lebih dari tiga bulan.

>>> Macron Peringatkan Iran Jangan Memungut Biaya di Selat Hormuz

Namun, belum jelas seberapa cepat barel-barel itu akan kembali ke pasar setelah jalur air dibuka.

Neil Crosby, Kepala Riset Sparta Commodities, mengatakan bahwa memulihkan rantai pasokan kapal dan memulai kembali operasi di Teluk Arab akan sulit.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru