Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah akan ditandatangani "sebentar lagi", meskipun ia masih belum memastikan tanggal pastinya.
"Kesepakatan yang kami capai dengan Iran pada hari Minggu akan ditandatangani sebentar lagi, besok (Kamis), mungkin lusa (Jumat)," ujar Trump dalam konferensi pers di KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Rabu.
>>> Pemimpin G7 Tegaskan Komitmen Denuklirisasi Penuh Korea Utara
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya diumumkan bahwa penandatanganan akan dilakukan pada hari Jumat di Swiss.
Trump juga menegaskan kesiapannya untuk kembali menyerang Iran jika mereka melanggar perjanjian. "Jika mereka tidak bersikap baik, mereka akan dihantam lagi," katanya.
Namun ia menambahkan, "Mereka tidak ingin dibom, mereka tidak ingin dihantam."
Dalam kesempatan itu, Trump kembali menyinggung perintahnya pada 2020 untuk membunuh Qassem Soleimani, kepala operasi luar negeri Garda Revolusi Iran, yang ia sebut sebagai "jenius gila".
Ia juga mengingat serangan udara 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi lainnya.
>>> Kesepakatan Sementara AS-Iran: Nasib Program Nuklir Teheran Masih Dirundingkan
Trump ditanya mengenai serangan mematikan terhadap sebuah sekolah di Minab pada hari pertama perang yang menewaskan 155 orang.
Ia menyebut pertanyaan itu "aneh" dan mengatakan, "Tidak ada yang melakukannya dengan sengaja. Kesalahan terjadi, perang itu kejam."
Ia menambahkan bahwa masalah itu sedang diselidiki dan meminta wartawan menanyakannya kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Sebuah rudal Tomahawk AS menghantam sekolah dasar tersebut karena kesalahan sasaran, menurut temuan awal investigasi militer AS yang dilaporkan The New York Times.
>>> Dolar Menguat Jelang Pertemuan Pertama Warsh sebagai Ketua Fed
Trump juga berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping karena tetap "netral" dalam perang Timur Tengah.
